READING

Swalayan Hingga Warung Kopi di Kota Kediri Bersiap...

Swalayan Hingga Warung Kopi di Kota Kediri Bersiap Hadapi New Normal

Untuk mempertahankan perekonomian di Kota Kediri melalui keberlangsungan usaha, Wali Kota Kediri menerbitkan Peraturan Wali Kota Kediri (Perwali) Nomor 16 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019. Perwali ini disyahkan pada tanggal 18 Mei 2020 dan salinannya sudah dikirimkan ke para pelaku usaha untuk dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kisah yang menarik dicermati.

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, memimpin pertemuan dengan para pelaku usaha di Balai Kota, Kamis 28 Mei 2020.

“Perwali ini bukan pelonggaran, saya ingatkan itu. Perwali ini sebagai pegangan bagi para pelaku usaha untuk bisa membuka usahanya dengan protokol kesehatan yang lebih ketat,” kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar pada pertemuan dengan para pengusaha di Balaikota, 28/05/2020.

Beberapa pengusaha yang datang menyampaikan pengalamannya ketika menerapkan Perwali ini. Rata-rata mereka menyetujui dan merasa terbantu dengan adanya Perwali.

“Dengan Perwali ini, kami bisa meminta pelanggan untuk pulang. Sebab selama ini sungguh sulit dan kami justru kena SP1 dari Satpol PP,” kata Djoko Sar dari Warung Gunung, sebuah kafe yang biasanya beroperasi selama 24 jam.

Djoko, pemilik Warung Gunung, saat curhat pengalamannya mengelola warungnya di masa new normal.

Djoko berkisah, dengan adanya Perwali ini, kafe boleh buka hingga pukul 22.00 WIB. Pada saat awal melaksanakan tepatnya pada tanggal 25 Mei, manajemen Warung Gunung belum paham apakah pukul 22.00 WIB itu last order atau tutup. Belum lagi, pada saat itu terjadi gangguan listrik sehingga perbaikannya hingga lebih dari pukul 22.00 WIB. Alhasil didatangi Sat Pol PP.

“Begitu ada orang berseragam datang, pengunjung kami pada kabur dan belum bayar,” kata Djoko. Warung Gunung memang menerapkan sistem, makan dulu baru bayar. Hal tersebut ternyata berulang sehingga Warung Gunung kena SP 1, tidak boleh buka selama 1 hari.

“Tapi saya malah bersukur, bisa menjadi pemahaman pada konsumen dan manajemen kami,” tambah Djoko.

Suasana kasir di sebuah department store yang menerapkan physical distancing.

Soal jam buka, Joko Witarto dari manajemen McDonald Kota Kediri menyampaikan bahwa gerainya biasanya melayani take away hingga pukul 22.00 WIB dan untuk pesan antar hingga pukul 23.00 WIB. Sedangkan Sabtu sampai pukul 23.30 WIB.

“Sejak bulan April hingga kini, kami belum melayani dine in,” kata Joko. Usai Perwali, mau tak mau McDonald pun harus tutup pada pukul 22.00 WIB baik take away maupun pesan antar via ojek online.

“Kalau mau buka semakin pagi, misal pukul 05.00 WIB pun tidak masalah. Asal pukul 22.00 WIB sudah harus tutup,” tambah Mas Abu.

Petugas di pintu masuk sebuah swalayan sedang mengukur suhu tubuh pengunjung menggunakan termogun.

Pengalaman lain disampaikan oleh Desyani BW, manajemen Swalayan Golden. Dalam hal penerapan protokol kesehatan, Swalayan Golden sudah menerapkan mulai Maret 2020 ketika pemerintah mengumkan pandemi. Pengunjung diwajibkan mengenakan masker. Di pintu masuk disemprot handsanitizer, dan cek suhu dengan termogun.

“Tapi masalahnya, kalau sudah di dalam, pengunjung itu mengenakan masker sembarangan. Kadang malah hanya dikalungkan. Kami sudah berupaya untuk mengingatkan, tapi sering kali susah,” kata Desyani.

Perwali ini diharapkan akan tetap memutar roda perekoniman tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan dengan lebih ketat. Mulai dari penggunaan masker, penjarakan fisik, pengadaan tempat cuci tangan yang strategis, dan pengecekan suhu.

Lalu-lalang pengunjung mengikuti alur yang khusus dibuat supaya pengunjung tidak bergerombol saat memasuki ruangan department store.

Teks oleh Titik Kartitiani, Foto oleh Adhi Kusumo (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.