READING

Tekan Sampah Plastik, Warga Gunakan Tompo Untuk Pa...

Tekan Sampah Plastik, Warga Gunakan Tompo Untuk Paket Sayur Gratis

KEDIRI – Selama pandemi COVID-19, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri melakukan pembagian sayur gratis setiap hari. Paket sayur yang dibungkus plastik justru menimbulkan permasalahan tersendiri karena kegiatan tersebut sedikit banyak berkontribusi menambah jumlah sampah plastik.

Hal ini jelas bertentangan dengan program Pemerintah Kota Kediri yang terus berupaya menekan peningkatan volume sampah plastik. Makanya Kelurahan Mojoroto sebagai salah satu penyelenggara bantuan sayur gratis mengubah teknis pelaksanaan.

Jika sebelumnya paket sayur dibungkus plastik, kini petugas menggunakan tompo sebagai tempat sayur. Belasan tompo yang terbuat dari anyaman bambu diletakkan berjajar di rak baja ringan. Di dalamnya terdapat berbagai jenis sayur hijau seperti kacang panjang, bayam, hingga oyong.

Sistem pembagiannya hampir sama dengan yang menggunakan plastik. Warga yang datang harus berbaris rapi dengan jarak aman. Setiap warga hanya boleh mengambil satu tompo yang berisi satu paket sayur. Warga diharuskan membawa tas atau wadah sendiri dari rumah agar tompo dapat ditinggal di lokasi untuk digunakan keesokan harinya.

“Jadi tomponya cuma buat nampung saja, tidak boleh dibawa pulang.” terang Achmad Koharudin, Lurah Mojoroto.

Sebelumnya program berbagi sayur ini telah berjalan selama tiga minggu di Kelurahan Mojoroto, tepatnya di RW 01. Namun untuk wadah yang digunakan masih menggunakan plastik sekali pakai. Sejak pagi ini (26/06), inovasi penggantian tempat sayur menggunakan tompo resmi dilaunching.

“Kita minimalkan penggunaan plastik sebagai bentuk cinta lingkungan,” tambahnya di sela-sela acara launching.

Melalui program ini, Koharudin berharap kegiatan kemanusiaan di tengah wabah corona tetap terjaga bahkan bisa semakin meluas tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan. “Semoga kegiatan sejenis semakin banyak dilakukan di masyarakat,” harapnya.

Tidak hanya sebagai ajang berbagi saja, acara ini juga menjadi sarana mensosialisasikan pola hidup sehat dan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Makanya di awal acara ada kegiatan flash mob bersama yang diikuti oleh warga dan semua elemen masyarakat terkait.

“Ini merupakan salah satu usaha kami untuk meningkatkan imun tubuh,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.