READING

Tenaga Kerja Asing Ilegal Masuk Jawa Timur

Tenaga Kerja Asing Ilegal Masuk Jawa Timur

KEDIRI – Kantor Imigrasi Kediri menangkap empat pekerja asal China dari sebuah pabrik alas kaki di Jombang. Keempat teknisi mesin ini diketahui bekerja di Indonesia secara ilegal.

Empat pekerja asing ini ditangkap petugas Imigrasi Kediri saat bekerja di Ex PT Volma yang berada di Jalan Raya Sumobito Km 2-C Dusun Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Mereka adalah Liu Dong asal Sichuan China, Xiao Mogen asal Jiangxi China, Dai Qianming asal Chongging, dan Jian Tianxing asal Guangxi China.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kediri Rakha Sukma Purnama mengatakan empat tenaga kerja asing ini melanggar dokumen keimigrasian tentang izin tinggal. Menurut dokumen yang dibawa, kedatangan mereka ke Indonesia untuk mengikuti kegiatan sosial dan budaya. “Namun setelah kita periksa ternyata mereka bekerja di sini,” kata Rakha dalam siaran pers yang diterima Jatimplus, Jumat 30 November 2018.

Dari penyelidikan petugas, keempat warga negara China ini diketahui datang ke Indonesia secara bergantian. Mulai bulan Agustus, September, hingga November 2018. Meski bekerja di sini, namun keempat pekerja asing itu sama sekali tak menguasai bahasa Indonesia. Untuk pemeriksaan, petugas Imigrasi terpaksa meminta bantuan penterjemah.

Tak hanya mengawasi tenaga kerja asing yang bekerja di dalam negeri, Imigrasi Kediri juga memperketat tenaga kerja lokal yang hendak ke luar negeri. Hal ini untuk memastikan tak ada keberangkatan tenaga kerja Indonesia ilegal. “Sampai saat ini kami telah menolak 720 pemohon paspor,” kata Rakha.

Mereka rata-rata adalah calon tenaga kerja yang ingin merantau ke negeri orang. Imigrasi merasa perlu untuk ikut melindungi mereka dari jerat sindikat tenaga kerja ilegal. Sebab jika terjadi apa-apa dengan mereka, pemerintah akan kesulitan untuk melindungi.

Rhaka menambahkan, praktik perdagangan manusia dengan modus pengiriman tenaga kerja saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah. Biasanya sindikat ini mengincar calon tenaga kerja baru yang tak cukup memiliki pengetahuan dan pengalaman bekerja di luar negeri. Karena itu pengurusan paspor diperketat.

Salah satu syarat yang kerap mengganjal keberangkatan mereka adalah surat rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja setempat. Menurut Rakha, surat ini menunjukkan status legalitas calon tenaga kerja dan kejelasan nasibnya di luar negeri. Setiap calon TKI, baik calon tenaga kerja baru maupun tenaga kerja lama yang hendak kembali melancong akan mengantongi surat ini. “Tidak ada surat rekomendasi langsung kita tolak,” katanya.

Selain Imigrasi, seluruh pintu keluar airport, seaport dan borderland juga melakukan pencegahan pemberangkatan calon tenaga kerja yang tak prosedural. Pengetatan ini dilakukan bukan untuk menghalangi kesempatan bekerja, tetapi justru melindungi mereka dari sindikat perdagangan manusia.

Wilayah Kediri dan sekitarnya selama ini cukup banyak menyumbang keberangkatan tenaga kerja Indonesia ke berbagai Negara. Meski pemerintah gencar melakukan sosialisasi aturan ke luar negeri, namun tak sedikit yang tergiur untuk berangkat meski tak memiliki kelengkapan persyaratan. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.