READING

Tenun Ikat Kota Kediri Disanjung Desainer Nasional...

Tenun Ikat Kota Kediri Disanjung Desainer Nasional. Ini Alasannya

KEDIRI- Didiet Maulana, desainer nasional menyanjung tenun ikat Kota Kediri. Didiet tidak hanya bicara soal motif, yakni berpola khas geometris yang berani. Dengan produksi ratusan meter, kerajinan tenun ikat Kota Kediri kata dia  juga berpotensi menjadi sebuah industri besar.

“Tenun ikat berpotensi menjadi industri besar, “tutur Didiet yang hadir dalam acara  Dhoho Street Fashion yang bertajuk “Warisan Agung Panji Sekartaji”. Acara yang dihelat di tengah taman, dibawah rindang pohon trembesi dan dikelilingi kolam hias itu berlangsung meriah.

Tidak hanya menyedot para desainer lokal dan para perajin tenun. Event rutin setiap tahun itu juga mencuri perhatian kalangan sosialita. Tampil modis dengan baju abu abu berkerah blazer, celana krem garis garis dipadu sneaker putih, Didiet tidak hadir sendirian.

Dia ditemani Lenny Agustin yang juga sesama desainer kelas nasional. Di depan khalayak, kedua desainer kondang itu masing masing memamerkan 24 baju hasil desainnya. Dan semuanya menggunakan bahan tenun ikat Kediri.

Didiet juga memuji para penenun ikat Kediri yang disebutnya memiliki paradigma yang bersemangat. Instrumen itu yang menjadi salah satu alasan tenun ikat berpotensi menjadi sebuah industri besar. Disisi lain dirinya juga melihat besarnya perhatian pemerintah daerah.

Tidak hanya gencar berpromosi, yakni salah satunya dengan menggelar event seperti Dhoho Fashion Street. Pemerintah juga aktif membuka kanal kanal penjualan dan kreatifitas, termasuk ekstra kurikuler khusus tenun, dimana bertujuan menyiapkan anak muda menjadi penenun sekaligus pengusaha tenun.

“Suport pemerintah daerah terkait dengan pengembangan tenun ikat ini bagus. “Mudah mudahan bisa menjadi satu kekuatan di Kota Kediri, “papar Didiet.

Selain terus memperluas pasar (tenun ikat Kota Kediri), Didiet juga berpesan  sikronisasi antara laju permintaan pasar dengan pertumbuhan pengrajin, harus dijaga stabilitasnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir di acara berpesan, ke depannya nanti  para pengrajin tenun ikat hendaknya juga menguasai skill konveksi (menjahit). Tidak hanya memproduksi kain, tapi juga memiliki kemampuan membuat busana.

Sebab kompetisi pasar pada barang jadi lebih kuat daripada saat masih berupa kain. Karena kualitas adalah  utama, Abu Bakar juga berharap produk yang dihasilkan hendaknya tidak dijual dengan murah. “Karena ke depan nanti orang lebih banyak menjual produk dalam bentuk pakaian jadi. Karenanya penenun harus juga menguasai skill menjahit, “pesannya.

Sementara dengan adanya perhelatan acara ini Ketua Dewan Kerajian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar berharap bisa mengangkat kepercayaan diri desainer lokal. “Disisi lain tenun ikat Kota Kediri juga diminati. Karena kualitasnya bagus dan harganya bersaing, “katanya.

Dalam sejarahnya tenun ikat khas Kota Kediri sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Awalnya industri tenun ikat ini dipelopori para pendatang Tionghoa. Bersamaan dengan masuknya mesin tenun ke Indonesia, yakni tahun 1985, kejayaan tenun ikat Kediri tenggelam.

Kain tenun ikat yang dikerjakan manual (tenaga manusia)  atau alat tenun bukan mesin (ATBM), kalah bersaing dengan produksi tenun mesin yang lebih ekonomis. Namun kendati demikian tidak semua bisa dikerjakan tenaga mesin yang hanya mampu menghasilkan kain motif kotak.

Sementara motif yang dihasilkan ATBM lebih varian, yakni motif ceplok, kawung, tirto kirjo, kuncup, es lilin, bunga, gelombang air dan sejumlah motif abstrak lainnya. Hal itu yang  membuat tenun ikat produksi ATBM  bisa  bertahan. Bahkan pada tahun 1990 mulai bangkit hingga sekarang.

Salah satu yang menjadi sentral kerajinan tenun ikat Kediri adalah Kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri. Disana terdapat 11 pengusaha tenun ikat ATBM yang setidaknya telah menyerap 500 orang tenaga kerja. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.