READING

Tepat Ulang Tahun Munir, Museum HAM Dibangun di Ko...

Tepat Ulang Tahun Munir, Museum HAM Dibangun di Kota Batu

BATU– Di hari kelahiran Munir pada 8 Desember dilakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembagunan Museum HAM Muni. Peletakan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan ini sekaligus sebagai tanda pemindahan Museum Omah Munir dari Jl. Bukit Berbunga Kota Batu ke tempat yang baru yaitu Jl. Sultan Hasan Halim. Pemindahan ke tempat yang lebih representaif ini pun diharapkan bisa lebih mengobarkan semangat aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir dalam perjuangan-perjuangannya.

Pembangunan museum HAM Munir ini adalah hasil kolaborasi antara Yayasan Omah Munir sebagai pemrakarsa dengan dukungan dana dan tempat dari Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Batu. “Berdirinya Museum HAM ini merupakan kebersamaan membangun prinsip hak asasi manusia,” terang Khofifah dalam sambutannya.

Selain itu, Khofifah juga menjelaskan bahwa pendirian museum ini dimaksudkan sebagai tempat pembelajaran, literasi, dan edukatif dalam upaya membentuk generasi yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga dari pembangunan ini bisa diwujudkan kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang setara tanpa diskriminasi, saling menghormati, saling menghargai sebagai pemenuhan hak asasi setiap warga negara. “Pembangunan museum ini sebagai upaya memanggil memori untuk universalisme kemanusiaan, termasuk dari berbagai agama,” tegasnya.

Dukungan yang dilakukan Pemprov Jatim dan Pemkot Batu pun disambut antusias oleh masyarakat Batu dan  pegiat HAM.  Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufik Damanik yang mengatakan bahwa peletakan batu pertama ini menandai tekat seluruh pejuang HAM dan pengambil kebijakan untuk terus mengupayakan penegakan hukum dan HAM di Indonesia. “Gagasan pendirian Museum HAM ini merupakan tonggak pembelajaran tentang hak asasi manusia,” ungkapnya.

Terkait peletakan batu pertama ini, pengurus Yayasan Omah Munir, Andi Achdia mengapresiasi dukungan positif dari Gubernur Jawa Timur, Walikota Batu, dan  Komnas HAM. Pihaknya berharap  ke depannya museum ini bukan saja menjadi tempat  menyimpan koleksi dari artefak bersejarah terkait isu HAM, tetapi juga menjadi sebuah pusat pembelajaran bagi anak-anak muda. “Terlebih sebagai pembelajaran nilai-nilai penting HAM untuk membangun Indonesia masa depan yang berkeadilan dan menghormati hak-hak asasi warganya,” ujarnya.

Dalam kesempatan lain, Suciwati istri mendiang Munir menerangkan bahwa Kota Batu sebagai tempat museum HAM Munir adalah suatu keharusan. Terlebih Kota Batu merupakan tempat bersejarah bagi Munir.  Selain lahir dan besar di Batu,  di kota ini pula Munir memulai  perjuangannya di jalur HAM. “Kota Batu sebagai sejarah tidak bisa terlepas dari perjuangan awal Munir,” terangnya.

Suciwati menambahkan dalam merancang museum pihaknya mendapat dukungan dari desainer yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Dukungan juga datang dari teman-teman seni rupa untuk mendesain instalasi sekaligus untuk mengisi ornamen yang akan menghiasi museum HAM ini nanti. “IKJ (Institut Kesenian Jakarta, Red) juga telah bersedia menyumbang ide dan pikiran untuk museum ini,” tegas perempuan yang juga sebagai Dewan Pembina Yayasan Musem Omah Munir ini.

Reporter : Moh. Fikri Zulfikar
Editor : Prasto Wardoyo
    

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.