READING

Terdampar di Terminal Kota, Pemudik Asal Indramayu...

Terdampar di Terminal Kota, Pemudik Asal Indramayu Diobservasi

KEDIRI – Warga Kota Kediri semakin proaktif dalam mengawasi pendatang selama wabah. Mereka memahami bahwa para pendatang ini berpotensi membawa virus corona dari luar daerah. Makanya saat mengetahui ada orang-orang yang singgah ke Kota Tahu, warga langsung menjalankan prosedur yang berlaku.

Seperti yang terjadi pada para pemudik asal Indramayu. Rabu malam (29/04), sebanyak lima santriwan dan santriwati datang dari salah satu pondok pesantren (ponpes) di Malang menggunakan bus umum. Mereka terdampar di Terminal Tamanan, Kota Kediri karena tidak mendapati kendaraan menuju Nganjuk.

“Sampai di terminal sudah malam. Makanya kami berencana menginap di hotel dulu menunggu pagi,” kata Khalifah Tussallamah (21 tahun), salah satu pemudik.

Mereka berniat hendak melanjutkan perjalanan esok harinya. Namun kedatangan mereka membuat sejumlah warga di sekitar terminal resah karena tahu prosedurnya harus lapor dulu lalu ke ruang observasi yang sudah disediakan. Warga pun kemudian melaporkan kejadian ini ke Satpol PP yang sedang bertugas.

Khalifah bersama rekan-rekannya pun manut saja ketika diminta untuk menuju ruang observasi. Mereka sadar bahwa saat ini pemerintah melarang mudik. Apalagi Malang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun para santriwan satriwati ini tidak ada pilihan lain selain pulang kampung. “Saya kan nggak mudik, saya pulang kampung,” tegas Khalifah.

Menurut gadis berjilbab ini, ponpes tempatnya menuntut ilmu sedang meliburkan seluruh kegiatan pondok. Semua santrinya pun dipulangkan. Jadi saat ini pondok dalam keadaan kosong dan tidak ada fasilitas yang bisa digunakan secara gratis untuk bertahan hidup di perantauan.

“Kalau tetap tinggal di sana, makan akan susah dan uang kami juga menipis,” tambah Khalifah yang sudah mondok 4 tahun di Malang.

Petugas yang mendapat laporan dari warga pun langsung bergerak cepat. Meski hampir tengah malam, para pemudik asal Kota Mangga ini pun langsung diproses agar bisa menempati ruang observasi dan dicarikan solusi lanjutan. “Kami sebetulnya ingin mereka balik ke pondok untuk minta surat jalan. Tapi kan kasihan juga karena sudah pukul 23.00 WIB. Jadi langsung saja kita bawa ke ruang observasi,” kata Fanni Eryanto dari UPT Damkar, Kamis (30/04).

Oleh tim gabungan, kelima santri tersebut dibawa ke Ruang Observasi Polinema PSDKU Kediri untuk menjalani prosedur observasi. Mulai dari cek kesehatan hingga istirahat sejenak sampai mereka melanjutkan perjalanan. Setelah mencari mobil sewaan, mereka akhirnya berangkat dari Kota Kediri pada Kamis siang sekitar pukul 12.30 WIB.

“Kami juga akan menyertakan surat jalan agar tidak terkena check point dan malah disuruh balik lagi padahal Malang sudah PSBB,” tambahnya.

Untuk diketahui, Ruang Observasi Polinema sudah mengobservasi 1.686 orang per Selasa (28/04). Tercatat seminggu terakhir, banyak warga yang datang atas inisiatif sendiri. Warga yang datang dengan kendaraan pribadi sehingga tidak melalui terminal atau stasiun. “Alhamdulillah kesadaran masyarakat semakin meningkat. Semoga peyebaran virus di Kota Kediri bisa ditekan dengan adanya upaya bersama ini,” pungkas Fanni.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.