READING

Tidak Melulu Represif, Satpol PP Tindak Pelanggar ...

Tidak Melulu Represif, Satpol PP Tindak Pelanggar Protokol Dengan Masker Gratis

KEDIRI – Di masa new normal, Pemkot Kediri melalui petugas Satpol PP terus mengawasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Pendekatannya bukan dengan menegur dan penindakan yang sifatnya represif. Petugas penegak perda ini melakukannya dengan membagikan masker gratis secara kontinyu ke masyarakat.

“Kami mulai sejak awal Juni lalu,” terang Nur Khamid, Kabid Ketertiban Umum dan Ketrentaman Masyarakat Satpol PP Kota Kediri.

Petugas menamai gerakan ini sebagai “Gerakan Pakai/Bagi 1.000 masker Gratis”. Hingga saat ini total sudah ada delapan ribu masker yang dibagikan secara bertahap. Dan rencananya gerakan ini masih akan berlanjut hingga virus corona semakin mereda di Kota Kediri. Menurut Nur Khamid, saat ini sudah ada sekitar delapan ribu lembar masker yang siap dibagikan kembali secara gratis.

“Masker ini kami terima dari Bagian Umum, Pemkot Kediri. Sebagiannya lagi hasil donasi warga masyarakat. Ada yang dari pengusaha, anggota dewan dan hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya,” tambahnya.

Gerakan pakai dan bagi masker ini, lanjut Nur Khamid, menjadi salah satu langkah strategis untuk mengantisipasi, mencegah dan memutus mata rantai COVID-19. Hal ini sesuai dengan Perwali No. 16/2020 Tentang Pengendalian Kegiatan Hiburan dan Perdagangan di Kota Kediri, serta himbauan penerapan protokol kesehatan COVID-19 plus.

Pembagian masker biasanya dilakukan saat Satpol PP melakukan operasi pengamanan atau monitoring di pusat-pusat keramaian masyarakat seperti kafe, angkringan, warung kopi, warung lesehan, pusat perbelanjaan, pasar dan pusat-pusat keramaian lainnya. Sasarannya adalah para pedagang, pemilik usaha, dan pengunjung yang sedang tidak memakai masker.

“Jadi kami tidak hanya sekedar menghimbau saja, tetapi langsung memberikan maskernya untuk segera dikenakan,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan ini lebih efektif dan langsung dirasakan masyarakat. Dengan demikian, mereka bisa lebih berdisiplin untuk menggunakan masker ketika sedang beraktivitas di luar rumah. “Selama ini kan kesannya Satpol itu hanya ‘ngoprak-ngoprak’. Nah dengan gerakan bagi masker ini, kami ingin menunjukkan sisi humanis dari Satpol PP,” lanjut pria berkacamata ini.

Sementara itu Kabag Umum Pemkot Kediri, Chevy Ning Suyudi membenarkan jika masker yang dibagikan dalam Gerakan seribu masker Pemkot Kediri merupakan donasi dari masyarakat. Banyak pihak yang tergerak untuk membantu penanganan COVID-19 ini melalui bantuan masker.

Mereka datang langsung ke balaikota dengan harapan maskernya dapat tersalurkan kepada sasaran yang tepat. “Dengan gerakan ini diharapkan penambahan kasus covid-19 di Kota Kediri dapat ditekan,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.