READING

Tidak Seperti Rachma dan Sukma. Kenapa Saat Nyekar...

Tidak Seperti Rachma dan Sukma. Kenapa Saat Nyekar Makam BK Megawati Selalu Anti Kamera?

Megawati Soekarno Putri membuka rangkaian Kongres V PDI Perjuangan di Bali dengan berziarah ke makam Proklamator RI Soekarno di Kota Blitar. 

BLITAR- Tepat pukul 13.35 Wib. Dari arah jalan raya Blitar-Kediri Toyota Alphard hitam berkecepatan lumayan tinggi membelok masuk komplek pelataran makam Bung Karno (BK). Sebuah kendaraan mewah berkaca kedap pandang. 

Dengan laju yang berangsur angsur memelan, roda empat itu berhenti tepat di depan gapura pintu masuk makam. Meski tidak terlihat dari luar, semua tahu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri ada di dalamnya.

Senin (5/8/2019) siang itu. Dari pintu sebelah pengemudi meloncat keluar seorang laki laki berseragam safari. Begitu keluar langsung bergegas ke belakang membuka pintu penumpang. Cukup sekali sentuh, pintu elektrik sontak bergeser ke belakang.

Kemudian dibawah pintu mobil diletakkannya pijakan kaki. Maklum jarak antar mobil dengan permukaan aspal memang cukup tinggi. Wajah Megawati menyembul sumringah. Senyumnya ramah. Tangannya tak berhenti melambai lambai menyapa.

Begitu keluar mobil sebuah payung besar langsung melindunginya dari terik matahari. Megawati mengenakan kemeja putih dibalut rompi hitam. Memakai celana dan sepatu dengan warna senada. 

Para penyambut langsung disalaminya. Terlihat Happy Saiful Hidayat, istri mantan wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Bersama suaminya, Happy yang berpenampilan modis itu tiba lebih awal. Tangan Megawati langsung diciumnya. 

Mulai Djarot masih menjadi Wali Kota Blitar, setiap Megawati ziarah ke makam BK, Happy selalu ada di barisan depan. Tampak juga Bupati Blitar Rijanto, Plt Wali Kota Blitar Santoso, Wakil Bupati Blitar Marheinis Urip Widodo, Kapolres Blitar Anissullah M Ridha, Kapolres Blitar Kota Adewira Negara Siregar dan sejumlah politisi PDI P. 

Satu persatu disalami Megawati. Tidak sedikit yang mencium tangannya. Sejumlah fungsionaris DPP dan DPD PDI P Jawa Timur mengiringi di belakang Megawati. Mereka diantaranya Wasekjen DPP PDI P Achmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Mindo Sianipar, Sukur Nababan, Banyu Biru, Eriko S, Nusyirwan, Idham Samawi, Kusnadi dan Sri Untari. 

Acara jabat tangan sambil jalan itu berlangsung cepat. Tanpa basa basi panjang Mega langsung bergegas menuju makam BK. 

Steril Foto dan Video 

Seorang petugas dokumentasi Pemkot Blitar tertahan di pintu masuk makam Bung Karno. Yang bersangkutan berusaha  mengenalkan diri. Namun aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk, tetap tidak mengizinkannya.

“Tidak boleh sama Paspamres, “kata petugas kepolisian yang berjaga di pintu masuk. Nasib petugas dokumentasi Pemkot Blitar itu sama dengan para awak media massa.

Kecuali fungsionaris PDI P, saat Megawati berdoa, semua dilarang masuk area makam BK. Informasi yang dihimpun, Mega tidak berkenan dipotret saat dirinya sedang berdoa. Larangan itu juga berlaku perekam video. 

Bunyi jepretan kamera mungkin  akan membuyarkan kekhusyukannya berdoa. Seperti kebiasaannya yang irit bicara di media massa. Larangan itu berlaku konsisten. Dari dulu sampai sekarang.

Situasi itu berbeda dengan Rachmawati Soekarno Putri dan Sukmawati Soekarno Putri. Kedua adik kandung Megawati tidak pernah membuat larangan. Rachma maupun Sukma yang rutin ziarah di acara haul BK, selalu membebaskan awak media massa. 

Wasekjen PDI P Achmad Basarah mengatakan ziarah di makam BK sebagai rangkaian awal sebelum Megawati Soekarno Putri menggelar kongres V PDI P di Bali 8-11 Agustus 2019 mendatang.

Sebagai partai yang berkomitmen dan konsisten menjaga ajaran BK, berziarah menjadi tradisi dan kultur partai. “Ziarah ini merupakan rangkaian awal sebelum kongres PDI P di Bali nanti, “ujarnya.

Basarah menegaskan kongres V hanya untuk menetapkan sekaligus meminta kembali Megawati menjadi Ketua Umum PDI P. Sebab 514 cabang PDI P di Indonesia telah bulat memilih kembali Megawati sebagai Ketum partai. 

“Kongres untuk menetapkan kembali Bu Mega sebagai ketua umum partai, “tegas Basarah. Terkait dengan perlu tidaknya pengurus harian dan jabatan wakil ketua umum partai, sepenuhnya menjadi hak Ketua umum. 

Hal itu kata Basarah telah diatur dalam kaidah AD/ART partai. Begitu juga dengan usulan kader partai di kabinet, Ketua DPR RI, pimpinan MPR dan jabatan publik lainnya, menurut Basarah menjadi hak prerogatif ketua umum.

“Siapa (nama calon menteri PDI P) yang diusulkan ke presiden sepenuhnya hak prerogatif Ketua Umum Ibu Megawati. Namun siapa yang dipilih sepenuhnya menjadi wewenang presiden, “jelas Basarah. 

Acara nyekar itu hanya berlangsung sekitar tiga puluh menit. Begitu selesai rombongan Megawati langsung bertolak ke bandara Abdul Rahman Saleh Malang dan selanjutnya terbang menuju pulau dewata. (Mas Garendi)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.