READING

Tik Tok, Mendamba Konten yang Renyah, Positif dan...

Tik Tok, Mendamba Konten yang Renyah, Positif dan Berbobot

Milenial mana yang hari gini tidak mengenal aplikasi Tik Tok. Aplikasi gratis buatan China ini sangat digemari di kawasan Asia sejak kemunculannya pada tahun 2016 silam. Karena ada banyak konten yang dinilai berbahaya bagi anak, Pemerintah Indonesia pun kemudian memutuskan untuk memblokirnya.

Dua tahun berlalu, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara pada saat itu  mengeluarkan kebijakan untuk membuka blokir aplikasi Tik Tok pada pertengahan tahun 2018 lalu. Keputusan ini diambil setelah Tik Tok memberikan filter konten di aplikasi tersebut dan mau melakukan pembersihan konten yang berbau fotografi.

Banyak orang yang memanfaatkan aplikasi ini untuk berbagai hal. Ada yang menggunakan Tik Tok sebagai sarana untuk menghilangkan kebosanan di sela-sela aktivitasnya. Ini bisa dilihat dari banyaknya pengguna Tik Tok yang sedang mengenakan seragam kerja terlihat sedang menggeleng-gelengkan kepala dan tangannya mengikuti alunan musik dari aplikasi.

Ada pula orang-orang yang memanfaatkan Tik Tok ini untuk menunjukkan kemampuannya. Mulai dari atraksi akrobatik, konsep kreatif, hingga kemampuan menari. India sebagai pengguna Tik Tok terbesar di dunia terlihat paling bersemangat ketika membuat konten.

Konten mereka tidak asal dibuat seperti para pengguna di Indonesia. Seperti terlihat dari unggahan vlog channel Mohd. Agus Aufiya, tampak para muda-mudi India terlihat all out. Mereka menetapkan konsep tertentu, melakukan briefing pemain, menggunakan kostum tertentu, hingga mengeksekusinya dengan baik.

Bahkan dari vlog edisi 14 Februari tersebut menunjukkan kerumunan pengguna Tik Tok membanjir di pusat Kota New Delhi. Mereka datang hanya untuk membuat konten maupun hanya melihat proses pembuatan video yang sebenarnya sangat singkat yakni hanya berdurasi 15 detik saja.

Dan kategori ketiga dari pengguna Tik Tok adalah golongan orang yang berusaha untuk mencari perhatian publik dan ketenaran dalam waktu singkat. Biasanya para pengguna model ini melakukan hal-hal yang terkesan konyol bahkan di luar nalar. Mulai dari beradegan menyerupai hewan, melakukan tindakan tidak terpuji seperti merisak, hingga berperilaku konyol dan tidak mendidik hingga membuat penontonnya merasakan cringe.

Video jenis ini masih umum membanjiri Tik Tok Indonesia. Sangat kontras dengan yang dilakukan oleh pengguna Tik Tok di belahan bumi yang lain. Di Negara-negara barat sendiri saat ini penggunaan Tik Tok juga semakin menjamur. Hanya saja mereka menggunakannya lebih pada kegiatan edukasi hingga kampanye sehat.

Seperti salah satu video Tik Tok yang viral yang diunggah oleh dr. Danielle Jones, seorang ginekolog di Bylor Scott and White Health di College Station, Texas. Dia menggunakan video Tik Tok untuk memberikan edukasi pasangan yang belum berniat memiliki anak. Di dalam video berdurasi 15 detik tersebut berisi hal apa saja yang harus dilakukan ketika kondom robek saat melakukan hubungan intim.

Hal yang sama dilakukan oleh Dokter Dagny Zhu. Dokter mata di NVISION Eye Center, Los Angeles, Amerika Serikat juga menggunakan aplikasi Tik Tok untuk memberikan fakta seputar virus corona. Videonya diputar hampir  dua ribu kali dan ini menunjukkan bahwa ada banyak hal positif yang bisa disampaikan melalui aplikasi ini.

Penggunaan Tik Tok untuk penjelasan medis ini bisa memberikan kesan bahwa seorang dokter tidak hanya melulu berkutat di dalam ruang periksa rumah sakit saja. Siapapun bisa mengakses informasi dari dokter dengan mudah. Salah satunya melalui media sosial dan aplikasi-aplikasi yang sedang tren.

 Video Tik Tok hanya berdurasi 15 detik. Membuat poin-poin informasi menjadi lebih cepat sampai. Tema berat pun bisa disampaikan dengan sangat menyenangkan melalui gerak dan ekspresi lucu dan music latar yang menarik. Penjelasannya pun harus ringkas dan mudah dimengerti.

Seiring dengan dibukanya kembali aplikasi Tik Tok, yuk sama-sama membuat konten Tik Tok yang berbobot dan bermanfaat.

Penulis: Dina Rosyidha
Editor: Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.