READING

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu, KP...

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu, KPU Kabupaten Kediri Sediakan Rumah Pintar Berbasis Digital

KEDIRI– Demi meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum dan daerah, KPU Kabupaten Kediri menyediakan Rumah Pintar Pemilu (RPP) Joyoboyo. Berbeda dengan dua tahun lalu, tahun ini sistemnya diperbaharui menjadi berbasis digital.

“Ini bukan program baru, tapi ada inovasi yang dibuat oleh KPU Kabupaten Kediri yakni meningkatkan RPP menjadi berbasis digital. Ini yang patut diapresiasi,” terang Gogot Cahyo Baskoro, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jatim.

Gogot menjelaskan bahwa RPP merupakan program nasional hasil inovasi KPU RI. Program ini ditujukan untuk memanfaatkan ruang dan bangunan yang dimiliki oleh KPU untuk dijadikan pusat sosialisasi dan pedidikan pemilih. Baik di kantor KPU maupun di luar kantor KPU.

“Jadi RPP ini dipersembahkan untuk semua masyarakat yang ingin menggali lebih dalam tentang pelaksanaan pemilu maupun pilkada. Silahkan dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

RPP ini menjadi terobosan yang sedang digencarkan KPU RI karena beberapa alasan. Yang pertama adalah tingkat partisipasi di masyarakat (parmas) fluktuatif untuk pilkada serentak. Di Jatim sendiri di tahun 2015 lalu diketahui ada 10 daerah yang tingkat partisipasi masyarakatnya turun dari 19 kota-kabupaten yang melaksanakan pilkada.

Di tahun 2018 juga dilaksanakan pilkada yang bersamaan dengan pilgub. Ternyata masih ada 6 kota-kabupaten yang mengalami penurunan partisipasi masyarakat. Termasuk Kabupaten Kediri yang tingkat parmasnya hanya 60,59 persen dari parmas di tahun 2015.

“Padahal sebelumnya di pilkada 2010 angka parmasnya mencapai 63,33 persen. Ini menjadi PR bagi KPU Kabupaten Kediri,” tambahnya ketika ditemui di kantor KPU Kabupaten Kediri tadi siang.

Gogot masih memberikan sedikit maklum terhadap angka tersebut mengingat masih ada pasangan petahana pada pilkada 2015 lalu. Sehingga hegemoninya tidak terlalu meriah dan kontestasinya tidak terlalu tinggi. Akan berbeda dengan pilkada tahun depan yang sudah tidak ada pasangan petahana.

“Ini menjadi tantangan KPU Kediri untuk meningkatkan parmasnya,” bebernya.

Tidak hanya itu, RPP dibuat untuk mengurangi apatisme politik di masyarakat. Tida bisa dipungkiri, masyarakat saat ini semakin tidak mau peduli terhadap kontestasi politik baik di lokal, regional bahkan nasional. Pragmatisme politik yang didominasi money politic juga menjadikan masyarakat semakin tidak cerdas dalam berpolitik.

Dengan kondisi yang demikian, Gogot berharap RPP bisa menjawab semua permasalahan tersebut. Jika dulu data dan informasi di KPU disediakan dalam bentuk manual, kini bisa diakses dalam bentuk digital. Mulai dari data pemilu dan pilkada masa lampau hingga yang terbaru.

Tidak hanya itu, setelah ini RPP juga harus terus aktif diperkenalkan kepada masyarakat. Sasarannya adalah semua kalangan terutama untuk para pemilih pemula yang masih buta politik. Bahkan anak-anak yang belum wajib memilih bisa menjadikan RPP sebagai media pembelajaran.

“Bisa untuk mata pelajaran PPKN. Jadi silakan bapak ibu guru bisa mengajak siswanya datang untuk belajar di sini,” tegasnya.

Untuk diketahui, RPP digital KPU Kabupaten Kediri ada di ruangan paling depan kantor KPU yakni di kawasan perkantoran Pemkab Kabupaten Kediri di Jalan Pamenang No. 1. Di sana ada beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari buku-buku dan juga poster-poster tentang pemilu.

Ada pula beberapa perangkat komputer yang bisa digunakan untuk mengakses data-data pemilu. Mulai dari sejarah pemilu tahun 1955, 1971, 1977 hingga data pemilu terbaru. Selain itu ada pula mini teater serta ada pula perangkat e-voting.

Ninik Sumarni, ketua KPU Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa e-voting tersebut masih sebatas sebagai media simulasi saja. Belum bisa digunakan untuk pemilihan bupati tahun depan. Pasalnya belum ada instruksi dari KPU RI.

“Kita tidak bisa memutuskan sendiri jadi harus berdasarkan instruksi pusat,” katanya.

RPP Joyoboyo saat ini memang masih statis di kantor KPU Kabupaten Kediri saja. Namun jika memang ada anggaran, Ninik berencana untuk membuat RPP mobile sehingga bisa dirasakan oleh semua masyarakat bahkan hingga pelosok.

“Kita juga inginnya ada sarana prasarana yang menunjang kegiatan mobile. Tapi pastinya butuh anggaran untuk itu,” pungkasnya.

Reporter : Dina Rosyidha
Editor : Prasto Wardoyo

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.