READING

Tips Aman Jadi Responden Penelitian Online

Tips Aman Jadi Responden Penelitian Online

Saat ini modus kejahatan berbasis teknologi semakin beragam dan cerdik sehingga cukup mudah menggaet banyak korban. Salah satu modus operandinya adalah mengaku sebagai mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas skripsi atau penelitian akademik.

Para pelaku yang mengaku dari kalangan akademis ini berupaya mengumpulkan data pribadi calon korban. Mulai dari foto, video, nomor ponsel, hingga nomor rekening. Jika tidak berhati-hati, data tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak bertanggungjawab seperti tindak pidana penipuan, pemerasan, hingga kekerasan gender berbasis online.

Biasanya para pelaku yang menggunakan modus ini memanfaatkan rasa simpati sesama mahasiswa. Pasalnya para korban tahu bagaimana susahnya mengerjakan skripsi maupun tugas penelitian. Mereka akhirnya berbaik hati untuk menuruti berbagai permintaan dari pelaku. Apalagi jika ada iming-iming sejumlah uang balas jasa, dan jaminan kerahasiaan data.

Masih segar diingatan kasus pelecehan seksual yang dilakukan salah satu mahasiswa dari universitas ternama dengan modus penelitian. Kasus ini cukup menghebohkan karena pelaku meminta korban melakukan hal yang aneh dan menyeramkan yakni membungkus diri menggunakan jarik atau kain hingga menyerupai mayat.

Di luar itu, masih ada banyak kejahatan dengan modus serupa hanya saja tidak banyak yang terekspos. Untuk menghindari semakin banyak korban, @safenetvoice berbagi tips menyikapi potensi penyalahgunaan data modus penelitian.

Verifikasi identitas peneliti

Mengingat komunikasi dilakukan sepenuhnya secara online, para calon korban tidak pernah sekalipun bertemu dengan pelaku. Makanya sebelum berbagi data diri, sebaiknya minta identitas mereka sebagai peneliti, asal institusi, serta surat izin penelitian dengan kop resmi institusi.

Kita juga bisa mengecek identitas lengkap mahasiswa melalui pddikti.kemdikbud.go.id. Caranya cukup mudah, yakni hanya dengan memasukkan nama perguruan tinggi, nama program studi, nama mahasiswa, lengkap dengan nomor induk mahasiswanya.

Verifikasi tujuan penelitian

Tanyakan tujuan penelitian dan rumusan permasalahannya. Bila penelitiannya diaku sebagai tugas kuliah, silahkan untuk minta nama, kontak resmi (berupa nomor ponsel maupun alamat email) dari dosen pengampu untuk melakukan kroscek tambahan apakah benar dosen tersebut sedang memberikan tugas seperti yang disampaikan pihak peneliti.

Tidak menyerahkan nomor ponsel

Jika peneliti mengontak melalui media sosial, cukup jalin komunikasi melalui private message di media sosial tersebut. Jangan mudah membagikan nomor ponsel pribadi atau akun digital yang terhubung dengan nomor ponsel kita. Hal ini untuk menghindari teror berupa pesan yang datang bertubi-tubi. Hal ini jelas mengganggu dan merugikan.

Jangan mudah tergiur iming-iming uang atau pulsa

Iming-iming berupa uang, pulsa, maupun souvenir sebagai bentuk balas jasa kerap kali digunakan pelaku untuk memanipulasi calon korban agar mau menuruti semua permintaan pelaku. Iming-iming ini mungkin terlihat menggiurkan, namun perlu diingat, dampaknya bisa lebih besar jika sampai disalahgunakan karena jejak digital itu abadi dan penyebarannya massif.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.