READING

Tips Menghindari Kalap Belanja Ketika Mall Buka

Tips Menghindari Kalap Belanja Ketika Mall Buka

Selama new normal, pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah. Salah satunya dengan membuka kembali pusat perbelanjaan. Dipastikan akan lebih banyak orang yang keluar rumah dan berjalan-jalan. Selain potensi penyebaran virus, ada hal lain yang perlu diwaspadai.

Ya, berbelanja secara berlebihan. Orang yang sebelumnya tidak gemar berbelanja, ada kemungkinan untuk “kalap” sejenak ketika menginjakkan kaki di mall-mall. Pasalnya mengunjungi mall adalah hal yang terlarang selama pandemi sehingga membuat banyak orang merindukan suasana mall dengan segala bentuk hiburan di dalamnya.

Tidak hanya berbelanja pakaian, sepatu, dan tas saja. Mampir makan-makan di foodcourt dan mencoba semua jenis makanan di mall yang harganya mahal juga menjadi salah satu bentuk perilaku hidup yang konsumtif. Makanya sebelum menginjakkan kaki ke mall, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan.

Tentukan anggaran untuk belanja

Sebelum berangkat ke mall, pastikan untuk menyisihkan uang khusus untuk dibelanjakan di mall. Jika perlu pisahkan dengan uang untuk pos lainnya. Hal ini untuk menghindarkan Anda dari perilaku konsumtif selama di mall. Dengan jumlah uang yang jelas dan terbatas jumlahnya, membuat Anda berpikir lebih panjang ketika hendak membeli sesuatu.

Jika berniat berbelanja bulanan untuk kebutuhan rutin, buat daftarnya dan buat perkiraan pengeluaran untuk itu. Pikirkan baik-baik selama di rumah, barang apa saja yang seharusnya dibeli dan yang tidak perlu dibeli. Jangan pernah pergi belanja tanpa perencanaan karena hal tersebut bisa berakibat fatal pada dompet tanpa Anda sadari.

Perkuat dana darurat

Wabah virus corona tahun ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, tetapi juga perekonomian. Banyak orang yang meski sehat secara fisik, kondisi finansialnya sedang sakit. Ada yang mengalami penurunan penjualan, pemotongan gaji, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Beruntung bagi Anda yang tidak terdampak. Namun apakah kondisi baik tersebut benar-benar akan terus terjadi pada Anda? Tidak ada yang bisa menjaminnya. Makanya selama masih ada pemasukan, sebaiknya Anda mulai cermat mengatur keuangan. Jangan remehkan keberadaan dana darurat agar hidup Anda lebih stabil dan tidak mudah panik. Satu-satunya cara untuk memperkuat dana darurat ini jelas dengan mengurangi pola konsumsi Anda yang tidak perlu.

Pikirkan penyebab utama dan hindari

Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang tidak tahan godaan, maka hindari sumber penyebabnya. Jika Anda paling tidak kuat melihat kata “diskon” atau “sale”, maka hindari tempat-tempat yang menawarkan hal tersebut. Atau bagi Anda yang gemar berbelanja online, uninstall aplikasi e-commerce di ponsel.

Jika Anda golongan orang yang kuat iman, maka tidak ada masalah sesekali jalan-jalan di mall asalkan Anda memiliki kemampuan menahan diri. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku ketika sedang berjalan-jalan.

Cari aktivitas positif

Keinginan untuk selalu berbelanja bisa ditekan jika kita memiliki aktivitas lain yang positif. Lakukanlah sesuai dengan kegemaran Anda agar “aktivitas pelarian” tersebut tidak terasa berat saat dilakukan. Alih-alih scroll situs belanja online, Anda bisa menggunakan smartphone Anda untuk mencari informasi positif. Seperti pengelolaan keuangan, membangun kesehatan mental, membuat barang-barang “do it yourself” dan lain-lain.

Anda juga bisa mengganti pilihan jalan-jalan di mall dengan hal lain. Seperti bersepeda, bersantai di ruang-ruang terbuka hijau, hunting foto bagi penyuka fotografi, dan aktivitas fisik lainnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.