READING

Tips Menghindari Operasi Patuh 2019, Jangan Dicoba...

Tips Menghindari Operasi Patuh 2019, Jangan Dicoba!

KEDIRI- Hari ini merupakan hari pertama Operasi Patuh 2019 yang diadakan serentak di wilayah Indonesia, tepatnya tanggal 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019. Tentu saja, operasi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman para pengendara sepeda motor maupun mobil.

Hanya saja, selalu ada cerita lucu hingga tragis bagi para pengendara yang ingin menghindari razia polisi dalam Operasi Patuh. Beberapa kisah ini yang dihimpun Jatimplus.ID dari para pelaku yang sengaja disamarkan namanya.

1. Mendadak Creambath

Kisah ini dituturkan oleh seorang laki-laki bernama H, warga Bandar, Kecamatan Mojoroto dan temannya. Suatu hari mereka sedang berkendaraan di wilayah Kota Kediri dan di depan sudah terlihat ada Operasi Patuh. Teman si H yang menyetir dan tak memiliki SIM. Mereka tak punya jalan untuk berbelok (tentu saja polisi sudah sangat memperhitungkan hal ini), lalu mereka belok ke salon.
“Padahal di samping salon ini ada warung, tapi karena panik, beloklah kami ke salon,” kenang H. Setelah mereka masuk salon, sebuah tempat yang tak pernah dimasuki sebelumnya, mereka bingung akan pesan jasa apa. Lalu teman si H ini memilih creambath.

Begitulah, selama kurang lebih dua jam, teman si H ini duduk dengan kaku dengan kepala dipijat-pijat. Sementara di luar sana, rupanya Operasi Patuh sudah selesai tak lama setelah H masuk ke salon. Selain itu, bila dihitung matematis, ongkos untuk creambath yang tak dikehendaki, lebih mahal jika dibandingkan membayar denda pada masa itu. Belum lagi si teman ini merasa kepalanya jadi lebih empuk.

2. Belok ke gardu listrik

Ini dialami oleh seorang perempuan bernama T, warga baru di Kecamatan Kota. Pada suatu siang, ia melihat Operasi Patuh di sekitar Rumah Sakit Baptis. Panik karena dompetnya baru saja hilang (maksudnya sudah lebih dari setahun) beserta SIM-nya, ia pun berusaha menghindar. Sebab jalan tempat razia itu memang lurus sehingga tak mungkin bisa lolos. Serta merta ia belok ke sebuah kantor yang ia kira PLN bila melihat logonya. Rupanya, ia belok di gardu induk. Meski ada pos Satpam, tempat ini tak pernah ada tamu, kecuali para teknisi berseragam wearpack dan sangat jarang ada perempuan.

Dengan muka melas, ia pun jujur pada Satpam bahwa ia menghindari razia. Satpam itu iba, lalu dipersilakan duduk dan dianggap saudara sejenak. Selama dua jam lebih si perempuan itu berperan jadi saudara Satpam sebab di depan pos, polisi pun berjaga.

3. Menyodorkan kartu asuransi

A, sebuat saja demikian, warga Burengan, Kecamatan Kota, terjaring Operasi Patuh. Ia tak bisa berkelit atau belok seperti H dan T. Sama kasusnya, tak memiliki SIM. Hanya, A punya pembawaan sangat tenang dan wajah lempang. Ketika sampai pada gilirannya, ia menyodorkan kartu asuransi dan seolah buru-buru mau pergi. Mungkin Pak Polisi sedang tidak konsen karena terlalu banyak yang diperiksa, kartu asuransi itu dikira SIM sehingga A tak jadi terjaring razia. Hanya setelah berita ini ditulis, jangan dicoba, sebab Pak Polisi pasti akan lebih teliti.

4. Berujung di rumah sakit

Bila hal-hal di atas adalah kejadian lucu dalam melanggar aturan, kejadian ini yang paling tak dikehendaki. Seorang takmir masjid, sebut saja D, tertabrak anak belum cukup umur yang mengendarai sepeda motor. Ia ngebut karena menghindari Operasi Patuh. Penyebabnya, lagi-lagi karena tak punya SIM sebab belum cukup umur. Ketika sedang mengebut itulah, menabrak takmir masjid yang akhirnya si takmir harus dilarikan ke rumah sakit.

Demikianlah cara-cara melarikan diri yang sebaiknya tak perlu dipraktikkan. Lengkapi surat-surat dan perlengkapan berkendara agar tak perlu deg-degan jika melihat polisi. Deg-degan bukan seperti ketika bertemu pujaan hati tentunya.  Selebihnya, berkendara lebih nyaman dan aman (Titik Kartitiani).

Print Friendly, PDF & Email

Titik Kartitiani

sunset lover, traveler, writer, and fulltime dreamer :)

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.