READING

Tips Menyimpan Bahan Makanan Agar Awet Selama Pand...

Tips Menyimpan Bahan Makanan Agar Awet Selama Pandemi

Saat ini Pemerintah RI menyatakan bahwa kurva covid-19 mulai melandai. Namun jangan salah, temuan pasien tetap ada. Bahkan kini mulai muncul dari klaster pusat perbelanjaan modern maupun pasar-pasar tradisional. Fakta ini mengharuskan kita agar semakin berhati-hati ketika berbelanja bahan makanan selama wabah.

Selain menjalankan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan mencuci tangan, kita juga bisa melakukan pencegahan dengan mengurangi intensitas berbelanja. Meski menjalani karantina, kita tetap bisa memenuhi asupan makanan yang bergizi seimbang lho. Termasuk didalamnya mengonsumsi bahan segar seperti sayur dan buah.

Seperti dilansir Insider, Sanjay Dhall, Direktur Senior Culinary Arts and Food Operations dari Carnival Cruise Line berbagi tips cara menyimpan makanan agar lebih awet selama pandemi. Dhall yang sehari-hari memasak di atas kapal pesiar menjadikan keahlian menyimpan bahan makanan ini menjadi hal yang harus dimiliki.

Simpan bumbu dasar siap pakai

Bumbu-bumbu masak yang dimaksud meliputi garam, gula, merica, pasta tomat, saus sambal, pasta kering, ikan teri, hingga minya zaitun. Bumbu-bumbu dasar tersebut bisa diolah menjadi makanan dengan citarasa yang beragam sehingga makanan yang disajikan tidak membosankan.

Bahan-bahan tersebut juga digunakan diberbagai jenis masakan dan bersifat umum. Sifatnya yang kering dan telah terproses di pabrik membuat bumbu-bumbu dasar ini bisa disimpan dalam waktu yang lama.

Membeli bahan yang sudah diketahui

Buat daftar belanja bahan-bahan yang sudah sering dibuat. Meskipun sedang ingin mencoba memasak makanan baru, beli lah bahan dalam jumlah secukupnya. Pasalnya makanan hasil eksperimen kita belum tentu disukai oleh anggota keluarga. Sehingga jika eksperimen berakhir gagal, tidak banyak bahan yang terbuang.

Ketika berbelanja, prioritaskan bahan-bahan yang sudah biasa kita olah dan menjadi favorit anggota keluarga. Buat daftar perencanaan makanan agar bahan yang dibeli bisa dioptimalkan selama di rumah saja. Misalkan membeli daging ayam untuk dijadikan beberapa jenis makanan yang dimasak di hari-hari yang berbeda.

Beli produk makanan utuh

Hal ini berlaku untuk sayur dan buah. Produk makanan yang sudah dipotong memiliki masa simpan yang lebih pendek. Contohnya seperti brokoli, kubis, atau sayuran sejenis. Sebaiknya kita membeli dalam bentuk utuh untuk kemudian memotongnya sendiri sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk membungkusnya dengan rapat ketika menyimpan di dalam lemari pendingin.

Beli buah-buahan dengan tingkat kematangan yang berbeda

Ketika membeli buah, usahakan untuk memilih yang tingkat kematangannya bervariasi. Kita bisa membuat perencanaan dalam mengonsumsi buah. Misalkan mengonsumsi pisang terlebih dahulu, lalu buah sawo, apel, pir, hingga anggur di waktu selanjutnya. Maka kita bisa membeli pisang matang. Sedangkan buah lain sebaiknya dibeli dalam kondisi setengah matang.

Tingkat kematangan yang bervariasi ini untuk menghindari buah membusuk secara bersamaan sebelum berhasil dikonsumsi. Tidak hanya itu, kita tetap bisa memenuhi asupan buah secara konsisten meski jadwal berbelanja masih lama.

Simpan sayur daun dengan baik

Sayur daun seperti bayam, sawi, kangkung, dll adalah item yang paling mudah rusak dan busuk. Dhall pun memberi tips untuk tidak menyimpan sayur di dalam rak kulkas. Karena di dalam ruang yang terbatas, sayur berpotensi saling menindih, bertumpuk, dan kadang terlupa untuk segera diolah.

Sebelum menyimpannya, usahakan untuk mencucinya terlebih dahulu, Baru kemudian dikeringkan menggunakan paper towel. Setelah itu, simpan sayuran dalam wadah tertutup dan kering. Sisa air bilasan jika tidak dikeringkan bisa mempercepat proses pembusukan.

Cek dulu stok makanan yang dipunya sebelum berbelanja

Hal ini menjadi kewajiban mutlak sebelum berbelanja. Usahakan untuk mengecek terlebih dahulu bahan makanan apa saja yang masih ada agar kita tidak membelinya kembali. Dengan begitu, kita bisa mengurangi bahan makanan yang rusak akibat tidak terolah. Uangnya pun bisa kita hemat atau dialokasikan untuk bahanan makanan lain yang lebih dibutuhkan.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.