READING

TNI Diterjunkan ke Gunung Wilis Atasi Kemiskinan

TNI Diterjunkan ke Gunung Wilis Atasi Kemiskinan

Kediri – Sedikitnya 90 personil Komando Detasemen Militer 0809 Kediri diterjunkan ke lereng Gunung Wilis. Mereka memiliki misi membangun rumah dan infrastruktur di daerah pemukiman yang terisolir.

Puluhan personil TNI ini dikirimkan ke Desa Jugo dan Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Desa yang terletak di lereng Gunung Wilis ini dihuni cukup banyak penduduk dengan keterbatasan infrastruktur. “Kita terjunkan personil di sini untuk membantu kehidupan warga,” kata Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Komandan Kodim 0809 Kediri dalam pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di lapangan SMAN 1 Mojo, Senin 15 Oktober 2018.

Program TMMD yang di era orde baru dikenal dengan ABRI Masuk Desa memilih Desa Jugo dan Desa Blimbing sebagai lokasi pengabdian tentara. Lokasi dua desa ini berada cukup tinggi di lereng Gunung Wilis dengan jumlah penduduk tak sedikit.

Desa Blimbing dihuni lebih dari 1.300 kepala keluarga dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh tani. Di desa ini hanya ada satu orang yang berstatus pegawai negeri sipil. Sehingga kehidupan ekonomi mereka di bawah rata-rata.

“Desa kami hanya memiliki satu polindes dan dua bidan. Sebagian besar warga berusia produktif yang tak meneruskan pendidikan tinggi,” jelas Kepala Desa Blimbing Djoeari.

Dandim 0809 Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno memantau perbaikan rumah penduduk di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Foto: Jatimplus.id

Sebagai kepala desa di kawasan tertinggal, Djoeari dipaksa memutar otak untuk menjaga kelangsungan hidup warganya. Salah satunya menyediakan infrastruktur penunjang ekonomi seperti jalan dan hunian layak. Di desa ini kondisi rumah warganya rata-rata berbentuk bangunan semi permanen dengan lantai tanah dan dinding bambu.

Aktivitas sosial warga di Desa Blimbing terhubung dengan Desa Jugo yang tak kalah minus. Selama ini akses transportasi antar dua desa itu cukup jauh dengan jalur memutar sejauh 45 – 50 kilometer. Kondisi ini memperburuk kehidupan sosial ekonomi warga di kawasan terpencil itu.

Karena itu langkah prajurit TNI yang membangun jalan penghubung dua desa yang mempersingkat jarak tempuh menjadi 1.700 meter disambut antusias warga. Apalagi program yang didukung Pemerintah Kabupaten Kediri ini juga menyasar perbaikan 100 unit rumah penduduk yang tak layak huni di Desa Blimbing dan Jugo. “Mayoritas pemilik rumah itu adalah janda,” kata Djoeari.

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno berharap program lintas sektoral yang melibatkan Kementerian, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Daerah, dan TNI ini mampu meningkatkan derajat kehidupan masyarakatnya. “Upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa menjadi prioritas pemerintah,” kata Haryanti.

Pelaksanaan TMMD ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan, yakni mulai tanggal 15 Oktober hingga 13 Nopember 2018. Hadir dalam pembukaan TMMD pagi tadi Danbrigif 16/WY Kolonel Inf Slamet Riyadi, Danrem 082 Kolonel Arm Budi Suwanto, Kapolres Kediri AKBP Anton Haryadi, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Sulkani.

 

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.