READING

Tol Wilangan-Kertosono Segera Dibuka Gratis

Tol Wilangan-Kertosono Segera Dibuka Gratis

NGANJUK – Kabar gembira bagi pemudik libur panjang Natal dan Tahun Baru yang hendak pulang kampung. Ruas tol Wilangan – Kertosono akan segera dioperasikan secara gratis selama liburan berlangsung.

Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NJK) Iwan Moedyarno mengatakan pengoperasian tol Wilangan – Kertosono nanti akan membawa dampak signifikan untuk mengurai dua titik kemacatan utama di jalur itu. Mereka adalah Simpang Mengkreng dan jalur Saradan yang selama ini memicu macet luar biasa. “Kemungkinan bisa mengurai kemacetan di dua titik itu,” kata Iwan kepada Tribunnews.

Iwan juga berharap dibukanya tol ini akan mendorong pengendara untuk masuk dan meninggalkan jalur reguler. Mengacu pada jumlah kendaraan yang melintasi tol Wilangan – Ngawi yang saat ini berkisar 8.500 – 9.000 kendaraan di hari biasa, minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tol cukup besar. Bahkan di akhir pekan jumlahnya bisa tembus 11.000 kendaraan per hari.

Kelak, jika pembukaan tol Wilangan – Kertosono bersifat fungsional, tidak menutup kemungkinan akan digratiskan. Namun pembebasan bea masuk ini hanya berlaku pada masa percobaan. Sedangkan besaran tarifnya masih menunggu keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kemungkinan besaran tarifnya tak akan lebih dari Rp 1.000 per kilometer.

Sayang hingga saat ini sejumlah sarana dan fasilitas tol tersebut tak kunjung rampung. Bahkan kemungkinan besar pada saat libur panjang Natal dan Tahun Baru berlangsung pembenahannya tak kunjung selesai.

Pengelola tol berharap operasional tol Wilangan – Kertosono ini tak akan berakhir seperti tol Jombang – Mojokerto. Tol tersebut dinilai kurang mampu menarik minat pengendara dengan jumlah pelintas tak lebih dari 14.000 kendaraan per hari. Padahal tol itu ditargetkan mampu menyedot sedikitnya 27.000 kendaraan per hari.

Peminat jalan tol yang terhubung dengan tol Surabaya – Mojokerto itu memang relatif minim. Keramaian tol dengan panjang 40,5 kilometer itu hanya terlihat di akhir pekan. Diluar week end, masih lebih banyak pengguna jalan yang memilih jalur konvensional bebas bayar.

Manajemen Pendapatan Tol (MPT) Jomo, Rifan Tsamany mengatakan,  awal Januari 2018 jumlah pengguna tol Jomo rata rata 10 ribu per hari. “Saat ini 14 ribu kendaraan per hari, “ujarnya seperti dilansir Sindonews.

Untuk menarik minat pengguna jalan, pengelola tol melakukan berbagai daya upaya. Salah satunya dengan menjalankan program Terima Kasih Pelanggan dimana melakukan undian bagi para pengguna jalan tol.

Sementara di sisi lain, meski belum genap setahun, yakni tepatnya 11 bulan dibuka, angka kecelakaan di tol Jomo sudah sebanyak 139 kasus. Dari kasus itu, tiga pengendara diantaranya meninggal dunia. Kecelakaan lebih banyak disebabkan faktor human error, yaitu pecah ban, ngebut melebihi batas kecepatan dan sopir mengantuk.

Humas PT Astra Tol Dela Rosita mengatakan angka kecelakaan tersebut terbilang kecil jika dibandingkan panjang ruas tol. Kendati demikian upaya pencegahan (kecelakaan) terus dilakukan, yaitu salah satunya memasang papan batas kecepatan di setiap kilometer. Pemasangan itu terutama di ruas jalan yang patut diwaspadai pengendara, yaitu kilometer 697 seksi 1 dan kilometer 709. “Karena  banyak kecelakaan disebabkan pengendara memacu kecepatan lebih dari 100 km per jam yang merupakan batas tertinggi,“ jelasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.