READING

Trauma Bom Surabaya, Jemaat Resah saat Perempuan B...

Trauma Bom Surabaya, Jemaat Resah saat Perempuan Berhijab Ikut Ibadah di Gereja

Seorang perempuan berhijab membuat resah jemaat gereja Santa Maria Tak Bercela saat misa sedang berlangsung. Jemaat yang duduk di deretan depan beberapa kali menoleh kebangku belakang tempat perempuan itu duduk.

SURABAYA – “Semua jemaat ketakutan. Masih trauma dengan peristiwa bom,” tutur Silvia Chayaningsih tentang peristiwa yang terjadi pada hari Minggu paruh kedua bulan April lalu.

Silvia adalah jemaat gereja yang ikut menolong korban dalam peristiwa ledakan bom yang terjadi pada 13 Mei 2018 silam. Gabriella Hervianny, putrinya terluka di bagian paha terkena serpihan kaca. Sementara dia sendiri pendengaranya tak kunjung normal hingga saat ini.

Agar jemaat tak resah, pengurus gereja sempat meminta kepada perempuan itu untuk melepaskan hijabnya selama mengikuti kebaktian dan bisa mengenakannya kembali setelah misa selesai. Namun perempuan berusia kisaran 40an itu menolak. Pengurus gereja pun tak memaksa. Untuk menjaga agar jemaat merasa tenang dan tak kerap menoleh ke belakang, petugas pengamanan gereja mengapit perempuan yang tak diketahui nama dan asal usulnya itu.

Baca juga: Bom Sri Lanka Buka Luka Lama

“Dulunya perempuan tersebut beragama katolik,” kata Silvia menjelaskan tentang rumor yang beredar. “Dia berpindah keyakinan karena menikah dengan orang beragama lain,” lanjutnya.

Baca juga: Bom Surabaya Peristiwa Iman, Bukan Konflik Agama

Peristiwa ledakan bom yang mengguncang Surabaya sudah setahun berlalu. Namun ledakan yang terjadi di tiga gereja pada hari yang sama dan sehari kemudian menyasar Mapolrestabes Surabaya, masih menyisakan trauma khususnya pada jemaat gereja yang menjadi sasaran bom bunuh diri. Doa dan misa khusus serta konseling diadakan oleh gereja Santa Maria Tak Bercela sebagai upaya untuk mengikis trauma. Pun sebagai peringatan atas jemaat yang mengorbankan dirinya dengan menghadang pengebom bunuh diri yang berusaha menerobos masuk sehingga tak jatuh korban lebih banyak lagi.

Baca juga: Komitmen Australia-Indonesia Melawan Terorisme

Baca juga: Gus Reza: Jangan Merasa Benar Sendiri

Baca juga: Banser NU Pelopori Gerakan Bersih Lingkungan

Selain upaya internal mengikis trauma, Gereja Santa Maria Tak Bercela bersama dengan pegiat kerukunan umat beragama akan mengadakan doa lintas iman memperingati setahun persis peristiwa bom Surabaya pada Senin depan (13/5/2019). Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesalingpahaman antarumat beragama supaya tragedi kemanusiaan yang timbul akibat kegagalan memahami pesan suci agama bisa direduksi. (Prasto Wardoyo)   

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.