READING

Tukar Uang Lebaran Hanya Akan Dilayani di Loket Ba...

Tukar Uang Lebaran Hanya Akan Dilayani di Loket Bank

KEDIRI – Meski sedang dihantam wabah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri tetap menyiapkan Uang Pecahan Kecil (UPK) menjelang lebaran tahun ini. Hanya saja, jumlahnya lebih kecil yakni Rp 4,38 triliun atau turun sekitar 14 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk menghindari penyebaran covid-19, KPwBI Kediri memperketat mekanisme penukarannya.

“Tidak lagi kita buka tempat-tempat penukaran uang di area publik, semua akan dilaksanakan melalui loket bank,” terang Sofwan Kurnia, kepala KPwBI Kediri kepada awak media melalui konferensi video (04/04).

Untuk itu, KPwBI Kediri telah berkoordinasi dan meminta perbankan agar menyiapkan diri dalam melayani masyarakat sesuai dengan protokol pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, dan penerapan physical distancing.

“Penukaran akan dilayani di 66 Kantor Cabang (KC) bank di seluruh wilayah kerja KPwBI Kediri terhitung mulai dari tanggal 29 April hingga 20 Mei 2020,” tambahnya.

Tidak hanya dari segi penukarannya saja, KPwBI Kediri juga senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR). Seluruh uang yang beredar dipastikan dalam kondisi higienis dan bebas dari virus.

“Telah kita lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar uang yang beredar tidak menjadi media penyebaran virus,” bebernya.

Beberapa upaya yang dilakukan KPwBI Kediri adalah dengan melakukan karantina uang selama 14 hari sebelum diedarkan. Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di area perkasan, sarana dan prasarana, serta memperhatikan kebersihan tenaga yang melakukan pengolahan uang.

Sofwan juga memastikan proses pendistribusian uang dilakukan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. PJPUR diminta untuk selalu mengecek ketersediaan uang di setiap Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mencukupi kebutuhan uang kartal di loket-loket perbankan dan memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang memerhatikan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

“Kita upayakan proses peredaran uang pecahan ke masyarakat berjalan aman dan sesuai dengan prosedur kesehatan,” tegasnya.

Meskipun masyarakat saat ini dihimbau untuk tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah, Sofwan memperkirakan permintaan akan UPK di Kediri tetap mengalami kenaikan di Bulan Mei nanti. Pasalnya di pekan kedua, Umat Muslim merayakan Idul Fitri dimana akan ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dengan menggunakan uang tunai.

Tidak hanya itu, selama wabah, pemerintah juga menggelontorkan sejumlah bantuan sosial selama pandemi virus. Ditambah bertepatan dengan masa pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR) para Aparatur Sipil Negara (ASN)/TNI/POLRI golongan tiga ke bawah. Meski kondisi uang kartal diproses dengan menerapkan protokol keamanan, Sofwan tetap menghimbau kepada masyarakat untuk lebih memilih transaksi nontunai daripada tunai.

“Sekarang ada banyak pilihannya. Bisa melalui digital banking, uang elektronik melalui e-wallet, dan QR kode pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard ),” pungkasnya.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.