READING

Tumbuhkan Empati, Siswa Salat Sunah Hajat Tolak Ba...

Tumbuhkan Empati, Siswa Salat Sunah Hajat Tolak Balak dan Donasi Korban Bencana

JOMBANG-Bencana yang melanda sejumlah kawasan di Indonesia termasuk Ibu Kota membangunkan rasa empati ratusan siswa SMP Unggulan NU di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur. Ratusan siswa siang menggelar Salat Ghoib untuk korban bencana yang meninggal dan melakukan Salat Sunah Hajat tolak balak, Selasa 07/01/2020

Rasa empati yang muncul ini  bukan  tanpa sebab, karena kawasan yang ditempati sebagian besar siswa ini adalah daerah langganan  banjir. Banjir yang seringkali menyambangi kawasan ini bersumber dari tiga sungai  yang melintasi kecamatan Mojoagung yakni Sungai Catak Banteng, Sungai Panjer dan Sungai Gunting.   “Melalui Salat Hajat Tolak Balak ini kami berharap seluruh wilayah Indonesia dan kawasan kami khususnya terbebas dari ancaman bencana,” ujar Farida Kepala SMP Unggulan NU usai melakukan kegiatan. 

Sejumlah desa yang ada di Kecamatan Mojoagung ini memang menjadi salah satu kawasan yang setiap tahunnya menjadi langganan banjir. Banjir biasanya mengenangi rumah warga yang berada di tengah titik pertemuan ketiga sungai yang mendapatkan kiriman air dari lereng Gunung Anjasmoro, Wonosalam. Pengalaman tahun sebelumnya kondisi terparah ketinggian banjir bisa mencapai atap rumah warga. Sejumlah petugas dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat saat ini sudah disiagakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung untuk mengantisipasi jika terjangan banjir.

Seorang guru menjadi imam memimpin Salat Ghoib untuk korban bencana yang meninggal selama musibah pada awal tahun 2020. Baik korban banjir Jakarta maupun korban longsor yang terjadi di sejumlah daerah. Imam salat meminta seluruh siswa dan dewan guru menirukan niat Salat Ghoib sembari menirukan gerakannya.

Usai  melaksanakaan Salat Ghoib, dilanjutkan dengan menggelar Salat Hajat untuk meminta terhindar dari berbagai musibah yang ada. Apalagi diprediksi cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin masih akan terjadi dalam waktu beberapa hari ke depan. “Selain berdoa kita juga ingin membangun karakter anak didik untuk peduli berempati pada sesame terutama yang terkena musibah bencana,” kata Farida, salah satu guru.

Kegiatan yang dilaksanakan secara spontan ini ditutup dengan doa bersama dan penggalangan dana. Secara bergiliran siswa berjalan menuju kotak donasi yang disediakan. Sukarela, siswa memasukan sebagian uang sakunya untuk disalurkan ke korban bencana melalui lembaga yang sudah ada.

“Kita ingin memberikan sedikit uang saku ini untuk korban bencana,” ujar Safabilianti salah satu siswa sambil menuju  ruang kelas bersama sejumlah temannya.

Reporter: Lufi Syailendra
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.