READING

Tunjukkan KTP, Warga Kota Kediri Bebas Berobat

Tunjukkan KTP, Warga Kota Kediri Bebas Berobat

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri membebaskan biaya pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran. Hanya cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), setiap warga Kota Kediri berhak mendapat layanan kesehatan hingga rawat inap dengan gratis.

Fasilitas berobat gratis ini diberikan Pemerintah Kota Kediri kepada seluruh warga tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. “Tinggal tunjukkan KTP Kota Kediri, langsung ditangani petugas rumah sakit tanpa dipungut biaya,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Apip Permana, Kamis 1 November 2018.

Kebijakan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar ini untuk membantu proses berobat warga yang tak memiliki kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Selama ini warga yang tak tercover program tersebut kerap mengalami kesulitan saat berobat di rumah sakit dengan alasan biaya.

Selama ini petugas rumah sakit selalu menanyakan kepesertaan BPJS atau Jamkesda kepada pasien terlebih dulu. Jika tidak tercantum, pasien akan dimasukkan kategori umum alias berbayar. Selanjutnya, keluarga baru mengurus kepesertaan Jamkesda setelah pasien dirawat.

Celakanya, kondisi sakit seseorang tak pernah bisa diprediksi atau direncanakan terlebih dulu. Sehingga ketika saat menyerang tak ada kesiapan mengurus Jamkesda atau BPJS. “Dengan program ini, hanya menunjukkan KTP saja sudah bisa dilayani petugas rumah sakit,” kata Apip.

Hanya saja pasien yang ditanggung pengobatannya dalam program ini akan dirawat di kelas tiga. Mereka tak bisa meminta perawatan di kelas atas atau pindah ruangan dari yang telah ditetapkan petugas rumah sakit. Bahkan warga yang memiliki kemampuan ekonomi mapan pun tetap difasilitasi program ini. “Selama tidak malu,” sindir Apip.

Meski dipermudah dari sisi pelayanan kesehatan, namun pemerintah tetap mengatur mekanisme berobat itu secara berjenjang. Di luar kondisi darurat, pasien tetap diminta mendatangi Puskesmas terlebih dulu. Jika petugas Puskesmas mampu melayani, tak perlu dirujuk ke rumah sakit. Apalagi saat ini sejumlah Puskesmas di Kota Kediri telah memiliki fasilitas rawat inap.

Kebijakan pembebasan biaya berobat bagi warga Kota Kediri ini mendapat apresiasi masyarakat. Selama ini masih ada beberapa warga yang tak mampu mengikuti program BPJS dan tak terdaftar dalam Jamkesda. “Alhamdulillah suami saya langsung ditangani dengan baik hanya menunjukkan KTP,” kata Suhartini, 52 tahun, warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Perempuan yang bekerja menjadi asisten rumah tangga ini merasa sangat terbantu oleh program tersebut. Apalagi suaminya tak mengikuti program kepesertaan BPJS. (Adv Humas & Protokol Pemkot Kediri)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.