READING

Jangan Lagi Ucapan Idul Fitri Sekedar Basa-Basi

Jangan Lagi Ucapan Idul Fitri Sekedar Basa-Basi

Tahun-tahun sebelumnya, orang menyebar pesan ucapan “Selamat Lebaran” sebagai bentuk basa-basi kepada para kolega di dunia maya. Toh untuk sahabat dan saudara dekat, mereka pasti akan saling berkunjung dan bermaaf-maafan secara langsung. Makanya banyak yang kemudian mengirimkan pesan “Selamat Lebaran” dengan format pesan yang “begitu-begitu” saja.

Pengalaman ini pun ramai diperbincangkan oleh para netizen. Mengingat Bulan Ramadan segera berakhir dalam hitungan jam, mereka pun bersiap-siap menerima maupun mengirim pesan “Selamat Lebaran”. Beberapa template ucapan pun mendapat kritikan dari para warga net.

Ketika tangan tak mampu berjabat

Ketika mulut tak mampu berucap

Ketika kaki tak dapat lagi melangkah

Petikan pesan ini pun mendapat cibiran dari para netizen. Pasalnya template tersebut terlalu umum dan terlalu sering digunakan. Membuat penerimanya merasa bahwa pesan tersebut memang hanya sekedar basa-basi dari pengirimnya. Terkesan tidak intim dan asal copy-paste saja.

“Stroke apa gimana bang?” cuit @adipatiafandi menanggapi template pesan di atas.

Sedangkan @haaanif_ justru mengirimkan gambar seorang perempuan yang tangan dan kakinya terikat tali dan mulutnya tersumpal sesuatu seperti seseorang yang sedang diculik. Foto iseng tersebut jelas mengudang gelak tawa netizen lainnya karena sangat menggambarkan isi dari pesan yang dikirimkan.

Bagi @eljaz9, template pesan ini sebenarnya adalah doa yang kini menjadi kenyataan. “Yang sering pake nih template doanya terkabul. Gara-gara corona beneran tangan tak mampu berjabat, kaki tak mampu melangkah” cuitnya.

Traffic ucapan “Selamat Lebaran” sendiri biasanya mulai meninggi di malam takbir hingga usai salat id. Bunyi notifikasi akan melandai seiring dengan berlalunya waktu di hari raya. Bahkan hingga sebulan kemudian, masih ada saja yang mohon maaf di awal pesan yang dikirimkan. “Mumpung masih Syawal, mohon maaf lahir batin ya”.

Pesan “Selamat Lebaran” yang datang secara bersamaan, membuat banyak netizen yang memilih hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya. Konsep ini mereka terapkan untuk ucapan yang disampaikan di grup-grup WhatsApp. Sedangkan ucapan yang dikirim melalui pesan pribadi, mereka memilih untuk membalasnya dengan singkat.

“Kami sekeluarga juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin”. Atau ucapan “Iya, sama-sama,”. Atau jika pengirimnya teman sendiri, kita mungkin akan menjawabnya “Kalian semua saya maafkan. Kecuali yang mudik,” cuit @katahabibi.

Tahun ini ucapan “Selamat Lebaran” meskipun disampaikan secara virtual haruslah lebih berkesan. Karena kegiatan berlebaran yang sesungguhnya kini tidak bisa dilakukan. Akibat wabah penyakit, kita tidak lagi bebas bertemu dan berkumpul dengan sanak saudara. Berbondong-bondong salat id berjamaah, dan saling menyapa dan bersalaman dengan para tetangga di lingkungan rumah.

Jadi, yuk buat ucapan “Selamat Lebaran” tahun ini lebih bermakna dan benar-benar dari lubuk hati terdalam. Dan jangan lupa untuk menyisipkan pesan #staysafe, #stayhealthy, dan  #dirumahsaja.

Penulis : Dina Rosyidha

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.