Ujian Rekruitmen CPNS Gagal

Kediri – Komitmen pemerintah untuk melaksanakan penerimaan calon pegawai negeri sipil dengan baik menuai ujian. Sejumlah kota hari ini membatalkan ujian karena kesalahan teknis yang tak perlu terjadi.

Lebih dari 1.170 peserta ujian penerimaan calon pegawai sipil di Kabupaten Kediri terpaksa harus gigit jari. Rencana mengikuti ujian hari pertama dengan materi kompetensi dasar dibatalkan dengan mendadak. “Ujian terpaksa dibatalkan karena kendala teknis,” kata Kepala Kominfo Kabupaten Kediri Krisna Setiawan, Jumat 26 Oktober 2018.

Sejak peserta datang ke ruang ujian di lantai bawah Monumen Simpang Lima Gumul pagi tadi, panitia tak kunjung memulai pelaksanaan ujian. Mereka berdalih tengah membenahi jaringan internet yang tak bisa terkoneksi antara perangkat ujian dengan server di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Hingga ditunggu cukup lama dan melewati waktu dimulainya ujian pukul 08.00 WIB, panitia akhirnya mengumumkan ditunda. Hal ini langsung memicu kekecewaan para peserta yang telah bersiap sejak pagi.

Krisna menegaskan kasus ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Kepegawaian Nasional selaku pelaksana. Pemerintah Kabupaten Kediri hanya menjadi fasilitator dengan menyediakan sarana ujian gedung. “Kami hanya membantu mulai pengumuman ujian, pengumuman hasil seleksi administrasi, dan ruang ujian,” kata Krisna.

Budi, salah satu perserta ujian mengaku sangat kecewa atas pembatalan ini. Sejak beberapa hari dia telah mempersiapkan menghadapi ujian ini, termasuk mengoperasikan perangkat komputer. Namun pada hari pelaksanaan ujian itu justru ditunda akibat kesalahan teknis. “Saya terlanjur ijin tak masuk kerja untuk mengikuti tes ini,” katanya.

Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan gangguan teknis ini merupakan tanggungjawab BKN dan perusahaan informasi teknologi yang ditunjuk menjadi pelaksana. Perusahaan rekanan inilah yang menjadi penyedia infrastruktur pelaksanaan ujian agar bisa dilakukan secara online.

Tak hanya Kediri, pelaksanaan ujian melalui sistem Computerized Assisted Test (CAT) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga batal. Ujian yang sedianya digelar di GOR Amongragaini diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Tim pemantau lapangan ORI DIY, Nugroho Andrianto kepada Tribunjogja menjelaskan, ditundanya tes Computerized Assisted Test ini lantaran sarana pendukung berupa laptop dan komputer belum siap.

Kegagalan pelaksanaan ujian ini menjadi tamparan bagi pemerintah yang telah berkomitmen melakukan rekruitmen PNS lebih baik dan transparan. Ketidaksiapan pemerintah melalui pihak ketiga sebagai pelaksana teknis secara tak langsung telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rekruitmen ini.

Harusnya, pelaksanaan ujian yang menelan anggaran negara tak sedikit ini bisa dihindari. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.