Merupa Bandara di Kediri

Ide pendirian bandara di Kediri pertamakali digulirkan oleh Bupati Kediri Sutrisno pada tahun 2008. Sampai masa pemerintahannya berakhir bandara itu tak terealisasikan. Tahun 2015, ide membangun bandara dihidupkan lagi oleh koalisi kepala delapan kepala daerah yang memimpin wilayah Jawa Timur bagian Selatan. Pusat setuju dan pembangunan bandara akan dibiayai APBN. Tulungagung dipersiapkan menjadi lokasi bandara.

Namun setelah PT Gudang Garam masuk, lokasi bandara bergeser ke Kediri. Pembangunan bandara menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha). Ada 4 desa di 3 kecamatan yang lahannya mesti dibebaskan untuk pembangunan bandara yang membutuhkan luasan 376,57 hektar termasuk di dalamnya permukiman warga. Hingga batas Januari 2020, belum semua lahan terdampak milik warga berhasil dibebaskan lantaran selisih harga.

Print Friendly, PDF & Email

COMMENTS ARE OFF THIS POST