READING

Wabah Belum Melandai, DMI Kota Himbau Warga Salat ...

Wabah Belum Melandai, DMI Kota Himbau Warga Salat Id di Rumah

KEDIRI- Penyebaran virus corona yang telah masuk fase transmisi lokal membuat kegiatan kerumunan semakin rentan. Apalagi saat ini jumlah penderita covid-19 baik di Kota maupun Kabupaten Kediri membludak. Klaster baru pun bermunculan salah satunya dari jamaah salat tarawih.

Oleh karena itu, di pekan terakhir menjelang lebaran, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri, Abu Bakar Abdul Jalil menghimbau kepada seluruh Umat Muslim di Kota Tahu untuk tidak melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah. Upaya ini ditujukan untuk menekan potensi penambahan klaster baru.

“Salat Id di rumah saja. Berjamaah bersama keluarga inti,” imbau pria yang akrab disapa Gus Ab ini.

Menurut Gus Ab, anjuran ini didasarkan pada hukum salat id yang bersifat sunnah. Dimana jika dilakukan berpahala namun jika tidak dilakukan tidak berdosa. Makanya MUI pun memutuskan untuk meniadakan salat id berjamaah tahun ini.

“Salat Jumat yang wajib bagi Muslim laki-laki saja dihimbau untuk dilakukan di rumah, apalagi yang salat sunnah. Harapannya himbauan ini benar-benar diikuti,” tambahnya.

Gus Ab pun sadar jika dengan melakukan salat id secara mandiri di rumah pasti mengurangi khidmatnya suasana lebaran itu sendiri. Apalagi hanya dilakukan setahun sekali. Membuat siapapun akan sayang untuk melewatkan momentum bermaaf-maafan dan saling bertegur sapa antar tetangga.

Namun Gus Ab kembali mengajak masyarakat untuk menyusuri esensi dari berhari raya itu sendiri. Di tengah kondisi wabah yang belum tertanggulangi ini, masyarakat diharapkan agar mau menahan diri dengan tidak membuat kerumunan. Jika tetap dilakukan, dikhawatirkan momentum kemenangan yang menggembirakan bisa berbuah kepedihan karena orang yang dicintai jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia.

Tidak hanya tentang salat id berjamaah saja, kebiasaan berkunjung ke rumah para tetangga, kerabat dan saudara hendaknya tidak dilakukan dulu hingga wabah selesai. Bagi Gus Ab, silaturahmi bisa tersambung hanya dengan ucapan salam dan itu bisa dilakukan melalui media-media lain selain bertemu langsung.

“Kalau silaturahmi sekarang bisa via online. Ada media sosial, bisa Whatsapp, bisa telepon atau video call. Jadi harapannya tradisi berkunjung tidak dilakukan dulu tahun ini,” pungkasnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.