READING

Wabah Covid-19 Sudah Diramalkan Sejak Tahun 1973?

Wabah Covid-19 Sudah Diramalkan Sejak Tahun 1973?

Serangan virus Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia sudah diramalkan para peneliti Amerika sejak tahun 1973. Menariknya, ramalan itu terdokumentasi di media cetak atau koran Indonesia Berita Buana yang terbit pada tanggal 27 Januari 1973.

Cuplikan halaman koran Berita Buana yang ditemukan di sejumlah situs klenik ini cukup populer karena menggambarkan kondisi dunia yang nyaris relevan dengan situasi saat ini. Kalimat pembuka di alenia pertama artikel itu langsung menghentak.

“Diramalkan tahun 2020 dunia yang kita cintai ini akan mengalami masa2 gawat. Bumi akan kisruh, karena bencana kemusnahan umat manusia mengancamnya. Mungkin masa itulah dunia akan mengalami kiamat,” tulis koran itu.

Tak hanya itu, koran yang lekat dengan berita klenik di era orde baru ini juga menggambarkan lebih detil situasi yang terjadi di tahun 2020, dimana tahun itu terjadi pertemuan antara garis-garis penurunan sumber daya alam, penurunan hasil industri, dan penurunan sumber daya alam, yang berbenturan dengan melonjaknya pertumbuhan penduduk serta tingginya pencemaran air dan udara.

“Apakah akan terjadi jaman paceklik dimana-mana? Apakah akan terjadi rebutan pangan di antara penduduk dunia yang berjubel? Belum bisa dibayangkan. Tetapi diperkirakan masa itu kehidupan manusia dimana-mana menjadi sulit,” tulis Berita Buana.

Dari artikel itu pula diketahui jika sumber ramalan tersebut bukan berasal dari cenayang ataupun Ramalan Raja Jayabaya, melainkan dari peneliti di Amerika yang mereka sebut dengan ahli komputer. Mereka bekerja untuk Massaschussets Institute of Technology. Mereka mengaku membuat ramalan karena mendapat tugas dari para cendekiawan dan negarawan yang tergabung dalam Club of Rome.

Ramalan itu dituliskan dalam sebuah jurnal berjudul “Projection of Disarter” dan dikutip oleh koran Berita Buana.

Meski menonjolkan ramalan para ahli komputer tentang situasi yang terjadi di tahun 2020, namun redaksi Berita Buana tetap memberi porsi kepada pihak yang tidak mempercayainya. Kelompok ini disebutnya dengan kaum optimis.

“Itu cuma perhitungan manusia yang teoritis dan fantastis. Percayalah, dunia akan mencari keseimbangan dengan sendirinya,” kata kaum optimis.

Sebagai narasi penutup, artikel Berita Buana mengemas ramalan itu sebagai pesan moral. Bahwa semua kerusakan bumi dan kehancuran manusia merupakan dampak dari perbuatan manusia sendiri. Karena itu sejak dini, manusia harus mulai mengubah sikap hidup mereka untuk menjauhkan dari kerusakan.

Entah benar atau tidak, faktanya cuplikan koran yang beredar di dunia maya dengan keterangan “koleksi Perpustakaan Nasional” itu cukup menarik perhatian banyak orang. Tak sedikit yang mengkaitkan definisi pemusnahan umat manusia dan kesulitan pangan yang diramalkan peneliti Amerika sebagai serangan wabah Covid-19 yang saat ini terjadi.

Namun yang jelas, peringatan tentang ancaman sumber daya alam, industri, serta kerusakan lingkungan sudah disuarakan sejak dulu. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.