Wajah-Wajah Kota Kediri Perlu Polesan

Mengunjungi Kota Kediri setelah sekian lama meninggalkannya, bagi sebagian orang mungkin mengagetkan dan bikin takjub. Kota Kediri kini banyak berubah. Banyak taman dan cafe baru, kata teman saya semasa SMA dulu yang kini menetap di Balikpapan, saat pulang sebulan lalu. Namun sebenarnya banyak juga yang tidak berubah dari kota ini. Bangunan-bangunan lama ada yang terpelihara baik, namun ada juga yang mangkrak.  Bagi saya sungguh mengganggu pandangan, ketika memasuki Jalan Dhoho, pusat keramaian Kota Kediri, tepat di perempatannya disambut bangunan setengah jadi yang terlihat kumuh dan kotor. Belum lagi ketika kita menyusuri jalannya yang penuh pertokoan dari Utara ke Selatan, akan kita jumpai  kondisi tak berimbang antara sisi kiri dan kanan jalan.  Di bagian kiri banyak kita jumpai toko ramai dan hidup suasananya, sedangkan di seberangnya hanya beberapa toko yang buka, lainnya tutup sejak lama dan tak terawat. Begitu juga kondisi di Jalan Brawijaya, senasib dengan Jalan Dhoho, disini mudah kita jumpai bangunan kosong tak berpenghuni. Padahal kedua jalan tersebut adalah etalase utama Kota Kediri.

Pemerintah Kota Kediri tentu tak bisa juga sembarangan menertibkan bangunan-bangunan mangkrak tersebut karena kebanyakan adalah milik pribadi atau swasta. Mungkin perlu dicontoh apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk merevitalisasi kawasan Kota Lama, yaitu memotivasi para pemilik bangunan kuno atau mangkrak untuk memanfaatkan atau meneruskan pembangunannya. Bahkan pemerintah telah menyiapkan Perda untuk mengatur batas waktu mangkraknya sebuah bangunan.  Artinya, apabila pemilik bangunan mangkrak selama batas waktu yang telah ditentukan tidak juga memberikan perhatian terhadap properti miliknya, maka pemerintah kota berhak untuk mengambil alih. Namun apabila pemilik berniat meneruskan pembangunan atau memanfaatkan bangunan tua miliknya, pemerintah tentu tak akan lepas tangan. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan agar revitalisasi terlaksana dengan baik dan padu dengan lingkungan sekitarnya

Foto dan Teks : Adhi Kusumo

Sebuah toko di sisi barat Jalan Dhoho yang dibiarkan terbengkalai hingga pohon tumbuh dari dalamnya.
Gedung bekas sebuah pusat perbelanjaan yang kini dibiarkan mangkrak.
Suasana dalam gedung bekas pusat perbelanjaan yang terletak di perempatan Alun-alun.
Bekas bioskop kebanggaan Kota Kediri yang dulu pernah jaya. (Foto ini diambil tahun 2011 dan kondisi sekarang masih belum banyak berubah)
Mobil-mobil rongsokan banyak terpakir di halaman depan bioskop. (Foto ini diambil tahun 2018)
Bangunan yang dulunya hotel, sudah belasan tahun kosong.
Pemandangan deretan rumah di daerah Pecinan Setono Gedong, yang terbengkalai sekian lama. Perhatikan tinggi pintu yang tinggal separuh karena jalan di depannya ditinggikan dari tahun ke tahun.

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.