READING

Walikota Kediri Paparkan Perkembangan Kota ke Dewa...

Walikota Kediri Paparkan Perkembangan Kota ke Dewan

KEDIRI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kholifi Yunon memimpin sidang paripurna terkait rancangan pembangunan Kota Kediri ke depan. Dalam sidang tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan kemajuan pembangunan dalam lima tahun terakhir.

Bertempat di ruang sidang lantai dua DPRD Jalan Mayor Bismo Kediri, sidang paripurna yang dihadiri seluruh wakil rakyat mendengarkan paparan Abdullah Abu Bakar tentang perkembangan kota di tahun 2014 – 2019.

Abu Bakar menjelaskan dalam periode itu, indikator makro pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kediri telah tercapai dengan memuaskan. Indeks reformasi birokrasi mencapai 76,69; indeks kepuasan masyarakat 3,25 (kategori baik); indeks kota layak huni 63,975; dan indeks pembangunan manusia 77,58 (kategori tinggi).  

Tren positif juga terjadi di sektor kemiskinan yang turun menjadi 7,68 persen; indeks kerukunan antar umat beragama 3,76 (kategori tinggi); pertumbuhan ekonomi tanpa industri tembakau 7,02 persen; pengangguran terbuka turun menjadi 3,63 persen; indeks gini sebesar 0,4; inflasi cukup rendah sebesar 1,97 persen; serta predikat opini wajar tanpa pengecualian dari tahun 2014 hingga tahun 2018 dan Sakip dengan nilai BB.

“Indikatornya bisa dilihat bahwa RPJM saya selama lima tahun dengan Ibu Wakil Walikota sudah menunjukkan bukti yang real dan tercatat dari BPS. Kesehatan dan pendidikan semuanya juga menunjukkan tren yang cukup positif. Pembangunan secara ekonomi trennya juga sangat positif karena GDP kita naik, income per-kapitanya naik menjadi 11 juta koma sekian dan ini menjadi pijakan untuk kerja keras kita di tahun 2020 – 2024 untuk mewujudkan RPJM yang baru,” kata Abu Bakar.

Abu Bakar melanjutkan, meskipun indikator makro pembangungan Kota Kediri periode sebelumnya telah menunjukkan hasil yang baik, namun masih terdapat beberapa isu strategis yang menjadi tantangan bagi pembangunan Kota Kediri lima tahun ke depan.

Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon dan Forkompimda Kota Kediri berfoto usai sidang paripurna. Foto: Humas Pemkot Kdr.

Pertama, penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih melalui peningkatan level smart city untuk meningkatkan pelayanan publik. Kedua, peningkatan kualitas daya saing SDM melalui peningkatan aksesibilitas dan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan sehingga IPM Kota Kediri menjadi tiga tertinggi di Jawa Timur. Ketiga, percepatan penanggulangan kemiskinan, pengurangan dan perluasan lapangan kerja.

Keempat, pembangunan infrastruktur dan tata kota dalam rangka pemerataan pembangunan dan antisipasi Tol Kediri Kertosono dan Bandara Kediri melalui pembangunan ring road dan infrastruktur lainnya serta pelaksanaan prodamas plus yang baik. Kelima, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana untuk mewujudkan Kota Kediri yang bersih, indah, aman, nyaman dan berwawasan lingkungan.

Keenam, meningkatnya daya saing ekonomi daerah melalui peningkatan ekonomi daerah, pengendalian inflasi, peningkatan peran ekonomi kerakyatan dan kreatif serta optimalisasi kinerja BUMD. Ketujuh, peningkatan kerjasama antar daerah dan swasta dalam rangka optimalisasi pembangunan diantaranya untuk mewujudkan TPA regional, pembangunan Jembatan Mrican dan peningkatan peran CSR dalam pembangunan.

“Alhamdulilah di Kota Kediri smart city nya termasuk tertinggi juga di Indonesia. Yang beda sekarang adalah kita sekarang di kawal Kemenkominfo untuk mewujudkan smart city yang sustainable dengan pemerintah pusat.  Kita sudah langsung dikawal oleh Kominfo karena Kemenkominfo juga sudah melihat smart city di Kota Kediri levelnya sudah level 3 juga. Jadi di Indonesia ada 5 level cuman semuanya baru di level 3. Nah kita akan menuju ke level 4 sampai Insya Allah nanti tahun 2024 di level 5,” pungkasnya.

Di luar itu, Pemerintah Kota Kediri masih memiliki program unggulan seperti Prodamas Plus, service city card , open and clean government , asuransi kesehatan universal (UHC), home care kondisi darurat untuk lansia dan balita, pendidikan gratis dan berkualitas, pengembangan usaha milik RW atau koperasi RW, penciptaan 15.000 wirausaha baru.

“Kami berharap visi misi dan program unggulan tersebut dapat mewujudkan masyarakat Kota Kediri yang unggul dan makmur dalam harmoni,” harapnya. (Advertorial DPRD Kota Kediri)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.