READING

Walikota Mojokerto Diminta Tak Pura-Pura Lupa

Walikota Mojokerto Diminta Tak Pura-Pura Lupa

SURABAYA – Ita Puspitasari resmi dilantik menjadi Walikota Mojokerto. Pencalonan Ita dalam pemilihan kepala daerah lalu sempat menuai kontroversi setelah kakaknya yang menjabat Bupati Mojokerti Mustofa Kamal Pasa ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bersama pasangannya Achmad Rizal Zakaria, keduanya dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto periode 2018 – 2023. Pelantikan ini dilakukan pagi tadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Usai melantik mereka, Soekarwo sempat menyampaikan pesan yang menggelitik kepada Ita dan Rizal. Mereka diminta tak menipu masyarakat Kota Mojokerto atas janji politik yang telah dibuat. “Saat kampanye suka menyapa, tapi kalau sudah jadi tidak suka, entah karena lupa atau pura-pura lupa. Nah, penyakit seperti itu jangan sampai ada,” ucapnya Soekarwo seperti dilansir Antara, Senin 10 Desember 2018.

Soekarwo juga meminta kepada Ita Puspitasari dan Achmad Rizal Zakaria untuk menghilangkan batasan yang pro dan kontra dalam pemilihan kepala daerah lalu. Semua kelompok harus bisa diakomodir dan diberi kesempatan secara obyektif untuk mengembalikan situasi menjadi kondusif.

Ita juga diminta meluangkan waktu berkomunikasi dengan jajaran forum pimpinan daerah seperti pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepala Polres, Kepala Kejaksaan, Komandan Kodim, dan tokoh masyarakat. “Lebih baik korbankan waktu untuk mendatangi mereka. Ajak semuanya bersama-sama menyukseskan pembangunan di Kota Mojokerto,” kata Soekarwo.

Dalam pemilihan kepala daerah lalu, pasangan Ita Puspitasari – Achmad Rizal Zakaria memperoleh dukungan 23.644 suara. Disusul kemudian dengan pasangan Akmal Budianto – Rambo Garudo yang memperoleh 19.853 suara.

Pasangan Andy Soebjakto – Ade Riasuryani berada di urutan ketiga dengan perolehan 19.477 suara, tak terpaut jauh dengan pasangan Akmal – Rambo. Sementara pada posisi buncit dengan perolehan 9.012 suara didapatkan pasangan Warsito – Moelyadi.

Perjuangan Ita Puspitasari untuk menapaki Kantor Walikota Mojokerto cukup berat. Selain issue dinasti politik yang ditudingkan kepadanya, sang kakak Mustafa Kemal Pasa tiba-tiba ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Bupati Mojokerto itu didakwa menerima suap terkait penerbitan izin pendirian tower seluler.

Masyarakat berharap kepemimpinan Ita Puspitasari lima tahun mendatang bisa membawa perubahan nyata bagi Kota Mojokerto. Terutama soal pemberantasan korupsi yang menjadi momok tiap kepala daerah. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.