READING

Warga Kota Berbagi Paket Sayur Gratis di Tengah Pa...

Warga Kota Berbagi Paket Sayur Gratis di Tengah Pandemi

KEDIRI – Setiap pagi rumah Sudaryati selalu ramai didatangi para tetangga. Memang tampilan depan rumah warga Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren ini tidak biasa. Ada setidaknya 10 bungkus paket sayur dan lauk yang digantung di pintu pagar rumahnya. Lengkap dengan spanduk kecil bertuliskan “Boleh ambil gratis masing-masing satu paket”.

Ternyata paket-paket sayur dan lauk tersebut memang ditujukan untuk para tetangga yang membutuhkan. Sudaryati tidak mengawasinya karena siapapun boleh mengambilnya asalkan cukup satu paket per KK dan hanya mereka yang membutuhkan. Dan tidak hanya untuk warga yang ingin mengambil paket sayur, siapapun juga diperkenankan untuk ikut menyumbangkan paket sayur di pagar rumahnya yang berwarna cokelat.

“Ini mulai kemarin (31/05). Sebetulnya tujuannya untuk mengajak yang lain juga ikut (menyumbang, red),” kata Sudaryati.

Sudaryati biasanya memesan 10 paket sayur dan lauk ke tukang sayur langganannya setiap sore. Paket tersebut terdiri dari sayuran, minyak goreng, bumbu, dan lauk seperti tahu, tempe, dan lain-lain yang nilainya sekitar Rp 10 ribu per paket. Sayur-mayur tersebut diambil keesokan paginya pukul 06.00 WIB dan baru digantung di pagar rumah sekitar pukul 07.00 WIB.

“Bawang merah sedang mahal sekarang dan penting untuk bumbu masak. Semoga besok sudah ada di tukang sayur langganan,” paparnya.

Para tetangga pun sudah mengetahui program sayur gratis Sudaryati ini. Mereka pun langsung bergegas untuk mengambil sayur sesaat setelah digantung di pagar. Semua berlaku jujur. Hanya mengambil satu paket meski tidak diawasi. Bahkan kadang ada tukang becak yang tidak sengaja lewat masih kebagian dan ikut mengambil paket.

“Tidak lama. Biasanya hanya perlu waktu lima menit paket sayur sudah langsung habis,” tambahnya.

Selain tulisan boleh mengambil, Sudaryati juga memasang tulisan ajakan kepada siapa saja untuk ikut menaruh paket sayuran di pagar rumahnya. Dia berharap ada banyak donatur yang ikut menyumbang untuk membantu sesama selama masa pandemi. Dia juga berharap usaha berbaginya ini bisa berguna untuk lingkungan sekitar meskipun saat ini masih sangat terbatas.

“Rencananya paket sayur gratis ini akan saya lakukan selama tiga bulan ke depan. Sudah saya siapkan dananya,” tambahnya.

Sebenarnya ide paket lauk gratis ini merupakan ide dari anak-anak Sudaryati. Meski mereka kini diperantauan, mereka teringat kondisi para tetangga yang pekerjaannya tidak semua stabil di tengah wabah. Memang saat ini sudah ada bantuan dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Namun tidak semua bisa tercukupi kebutuhannya mengingat jumlah anggota keluarga setiap KK bervariasi.

“Ini ide anak saya. Selain ingin membantu para tetangga, saya juga ingin berbagi rezeki ke tukang sayur langganan,” bebernya.

Sudaryati sadar jika kondisi wabah seperti ini sangat menyusahkan banyak orang. Terutama mereka yang mendapatkan uang secara harian. Makanya dia berharap agar wabah ini bisa segera berakhir. “Semoga virus ini segera pergi sehingga bisa kembali bekerja dan tidak ada yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan lagi,” harapnya. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.