READING

Warga Lereng Gunung Wilis Terima Bantuan Beras

Warga Lereng Gunung Wilis Terima Bantuan Beras

KEDIRI – Penerima beras warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Kediri terus bertambah. Pemerintah mendistribusikan 15.150 kg beras untuk warga Kecamatan Kunjang dan 28.210 kg untuk warga Semen.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi mengatakan pemerintah terus memperluas jumlah penerima beras untuk warga terdampak Corona. Hingga kini sudah 10 kecamatan di Kabupaten Kediri yang menerima bantuan itu. “Selanjutnya menyusul kecamatan yang lain,” katanya, Sabtu 9 Mei 2020.

Slamet memastikan pemberian bantuan beras dari pemerintah daerah ini tidak mudah. Dia harus memastikan tidak ada tumpang tindih penerima dengan program jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat dan provinsi. Karena itu validasi dan verifikasinya sangat ketat bagi calon penerima.

Data yang dipergunakan GTPP untuk penyaluran beras ini berpedoman pada Dinas Sosial. Jika kemudian ada warga yang merasa berhak namun tidak terjangkau oleh program, dia meminta untuk melakukan pengurusan kepada RT.

Kepala Kantor Kecamatan Semen, Jiwo, memastikan beras yang diterima dari GTPP akan diterima kepada warga yang membutuhkan. Dari 28.210 kg beras yang diterima, masing-masing kepala keluarga akan mendapatkan 10 kg beras. “Semoga ini membantu masyarakat di Semen,” katanya.

Jiwo mengatakan mayoritas kondisi warganya sangat membutuhkan bantuan pangan saat ini. Penerapan physical distancing di wilayahnya membuat banyak warga dengan taraf ekonomi menengah ke bawah kesulitan mencari nafkah. Apalagi Kecamatan Semen masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Camat Kunjang, Mohamad Nizam Subekhi juga berkomitmen untuk membagikan beras kepada warga yang berhak. Jumlah beras yang diterima sejumlah 15.150 kg yang diperuntukkan 1.515 kepala keluarga. Setiap KK mendapatkan beras 10 kg.

“Kriteria penerima yang kami prioritaskan para pedagang kecil yang biasanya berdagang di sekolah-sekolah yang tidak bisa lagi berjualan karena sekolah diliburkan. Kemudian warga kurang mampu, pelaku UMKM, pedagang sayur, tukang becak,” ungkapnya.

Pendistribusian beras ini dimulai dari kecamatan langsung diambil oleh desa. Kemudian dengan dikawal oleh TNI-Polri bantuan diberikan langsung kepada penerima di rumah masing-masing. (Advertorial)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.