READING

Warga Rejomulyo Gotong Royong Bantu OTG yang Mengi...

Warga Rejomulyo Gotong Royong Bantu OTG yang Mengisolasi Diri

KEDIRI – Satu warga Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota dinyatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG) covid-19. Dia merupakan satu dari 10 orang pekerja pabrik rokok di Tulungagung yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test. Status ini membuatnya harus menjalani karantina mandiri di rumah sambil menunggu hasil tes swab.

Untuk mencegah penyebaran, warga sekitar berinisiatif untuk mengisolasi satu gang sekaligus. Pasalnya rumah-rumah yang ada di gang tersebut saling berhimpitan dan punya hubungan kekerabatan. Membuat peluang virus menyebar tanpa sengaja menjadi sangat besar.

“Total ada enam rumah dengan tujuh KK di sana yang harus menjalani isolasi,” terang Joko, ketua RW 01, Kelurahan Rejomulyo.

Meski memutuskan mengisolasi satu gang, warga tidak bertindak apatis. Mereka setiap harinya membantu memasok kebutuhan harian warga terdampak. Uangnya didapatkan dari iuran dan donasi dari warga sekitar dan sekolah-sekolah di sekitar gang yakni IAIN Kediri, MTsN 2 Kediri, dan MAN Kediri. Hasil iuran kemudian diwujudkan dalam bentuk sembako dan kebutuhan sehari-hari. Belanjaan tersebut diletakkan di ujung gang untuk diambil warga yang mengisolasi diri.

“Setiap hari kami belanjakan sesuai dengan kebutuhan mereka. Mulai dari sembako, sabun, sampai gas,” tambah Joko.

Donasi warga ini dilakukan karena belum ada bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Penyebab tidak cairnya bantuan dikarenakan warga yang diisolasi bukanlah warga positif berdasarkan tes swab. Sehingga keputusan mengisolasi warga yang berstatus OTG ini harus ditanggung sementara oleh warga sekitarnya.

“Meskipun hasil dari rapid test, warga resah karena positif. Maka kami berinisiatif untuk menutup satu gang di depan rumahnya. Jika nanti sudah dinyatakan positif berdasarkan tes swab, isolasi ini akan diperluas dan pastinya mendapat bantuan sembako dari Pemkot,” terang drg. Raya Mulyasari, Kepala Puskesmas Ngronggo, Puskesmas Kota Wilayah Selatan.

Sementara itu, Pemkot Kediri terus berupaya menekan munculnya pasien baru covid-19. Makanya tim gabungan dikerahkan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di jalan-jalan protokol Kota Tahu pada hari Selasa sore (05/05).

Formasi tim terdiri dari voorijder yang bertugas untuk memberikan himbauan kepada masyarakat terutama para pedagang untuk mempersiapkan diri dengan menutup sementara dagangannya. Di belakangnya diikuti kendaraan dari BPBD dan PMK yang bertugas menyemprot desinfektan.

Penyemprotan dilakukan di jalan-jalan protokol Kota Kediri mulai dari Jalan Dhoho yang lokasinya paling dekat dengan balai kota. Penyemprotan dilanjutkan ke Jalan Patimura, Jalan HOS Cokroaminoto, dan berbelok ke arah Jalan Letjend Suprapto. Tim kemudian menuju ke Jalan PK Bangsa, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Brawijaya. Rombongan kemudian bergerak ke Jalan Mayjend Sungkono, dan berakhir di Jalan Diponegoro sebelum kembali merapat ke Balaikota Kediri.

“Diharapkan upaya ini bisa dilaksanakan secara kontinyu bisa dua atau tiga hari sekali dengan operasi gabungan dilakukan oleh unsur dari BPBD, dibantu oleh Dishub dan BPBD,” terang Chevy Ning Suyudi, Plt Asisten Administrasi Umum, Pemkot Kediri. (pro/Dina Rosyidha)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.