READING

Waspada Hujan Angin Disertai Petir di Jawa Timur

Waspada Hujan Angin Disertai Petir di Jawa Timur

KEDIRI – Hujan angin disertai petir masih akan mengancam wilayah Jawa Timur hingga besok. Masyarakat diminta waspada dan mengenali potensi ancaman yang timbul akibat cuaca ekstrim tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan cuaca esktrim akan melanda wilayah Jawa Timur pada tanggal 10 – 12 Desember 2019. “Waspadai hujan dengan intensitas lebat disertai angin dan petir,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri Adhi Sutrisno.

Meneruskan informasi yang dirilis BMKG Juanda, cuaca ekstrim ini terjadi secara sporadis di kota-kota Jawa Timur. Wilayah Ngawi, Ponorogo, Kediri, Batu, Bojonegoro, Madiun, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Bangkalan, Lumajang, dan Situbondo didera hujan lebat dan angin pada tanggal 10 Desember 2019.

Serangan kedua diperkirakan terjadi di wilayah yang sama pada hari ini, Rabu 11 Desember 2019 pada siang hari. Namun di beberapa daerah prakiraan ini tak presisi. Kota dan Kabupaten Kediri yang diperkirakan mengalami hujan angin justru sangat terik.

Adhi melanjutkan, prakiraan ini masih akan berlaku hingga besok Kamis 12 Desember 2019. Hanya saja serangan angin dan hujan lebat disertai petir hanya terjadi di kawasan Kabupaten Lumajang.

BPBD Kota Kediri menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi ancaman akibat cuaca ekstrim ini. Diantaranya dengan memotong pohon yang beresiko roboh diterjang angin kencang. “Kalau ada pohon besar sebaiknya dipotong atau dikurangi bebannya,” kata Adhi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Jawa Timur, masih menghitung kerugian dari beberapa bangunan dan tempat berjualan di Kota Kediri yang rusak akibat diterjang angin kencang.

Hingga saat ini BPBD masih menghitung nilai kerugian akibat hujan angin yang melanda Kota Kediri, pada Senin 9 Desember 2019. Selain menimbulkan kerusakan material, bencana alam ini juga merenggut satu korban jiwa.

“Kami masih data kerugian. Untuk total kerugian, kami masih hitung. Nantinya akan kami ajukan ke Gubernur Jawa Timur, jadi yang memutuskan dapat (ganti rugi) atau tidak itu Gubernur,” kata Adhi.

Penulis : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.