READING

Waspada Virus Corona, Dinkes Kota Kediri Tunjuk Ti...

Waspada Virus Corona, Dinkes Kota Kediri Tunjuk Tiga Rumah Sakit Rujukan

KEDIRI- Virus corona atau dikenal dengan 2019 Novel Coronavirus (2019-nCov) kini sudah menyebar ke belasan negara. Meski Indonesia masih terbilang aman, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengimbau kepada seluruh daerah termasuk Kota Kediri untuk bersiaga.

“Kita juga menerima surat edaran dari Kemenkes yang intinya tentang kewaspadaan terhadap adanya Coronavirus,” terang Fauzan Adima, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri kepada Jatimplus.id.

Dari pemberitaan sejumlah media, beberapa pasien di Indonesia menjadi suspek Virus Corona. Meski belum dipastikan positif, sejumlah rumah sakit di seluruh wilayah di Indonesia diminta untuk berjaga-jaga. Salah satunya adalah menyiapkan rumah sakit rujukan.

Di Kota Kediri, Dinkes menunjuk secara resmi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran sebagai RS rujukan. Meski demikian, semua Fauzan menginstruksikan agar semua RS yang ada di Kota Kediri juga ikut bersiaga dan menyiapkan diri jika menerima pasien dengan suspek virus corona.

“Kesiagaan ini berupa penyediaan ruang isolasi dan sarana-prasarana yang dibutuhkan,” tambahnya.

Di RSUD Gambiran, Fauzan sudah menyiapkan setidaknya tiga ruang isolasi. Tidak hanya itu beberapa peralatan medis lainnya yang dibutuhkan juga sudah siap digunakan, termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD) seperti masker N95, sarung tangan, hingga baju pelindung tertutup.

Tidak hanya menyiapkan satu RS saja, Fauzan juga menunjuk dua RS sebagai RS rujukan lapis kedua. Yakni RS. Bhayangkara yang berada di Kecamatan Kota Kediri dan RS. Baptis yang berada di Kecamatan Pesantren. Keduanya dipilih karena sudah memenuhi kategori RS tipe B.

“Kita sudah siapkan semuanya termasuk tenaga medisnya,” tegasnya.

Fauzan menambahkan, dari pantauan pasien yang masuk di sejumlah RS di Kota Kediri saat ini terpantau aman. Belum ada laporan terkait dengan pasien yang diduga menderita Virus Corona. “Sampai saat ini belum ada temuan dan mudah-mudahan tidak ada,” harapnya.

Gejala Virus Corona

Menurut Fauzan sebenarnya gejala virus ini hampir sama dengan penderita Pneumonia atau penyakit saluran pernafasan lainnya yaitu demam lebih dari 38 derajat celsius, batuk, pilek, dan yang paling parah menderita gagal napas.

Hanya saja ada satu hal yang menjadi penanda bahwa pasien tersebut terserang virus corona. Penanda ini diketahui dari hasil wawancara dokter terhadap para pasiennya yang menyebutkan bahwa pasien ini menderita flu demam setelah bepergian dari luar negeri khususnya dari Tiongkok.

“Sejauh ini, ke-khas-an dari penyakit ini adalah itu (dari Tiongkok-red). Jika pasien demam dan batuk pilek tapi belum pernah keluar negeri diperkirakan hanya menderita Pneumonia biasa,” terangnya.

Meski saat ini Kota Kediri masih terpantau kondusif, tidak ada salahnya jika masyarakat juga mulai waspada terhadap lingkungan sekitar. Fauzan memberikan imbauan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan karena virus tidak akan mudah menyerang tubuh yang daya tahan tubuhnya bagus.

Tidak hanya itu, masyarakat juga harus menjaga pola hidup yang bersih dan sehat. Rajin berolahraga, makan makanan yang bersih dan bergizi, dan harus cukup istirahat. Setiap hendak makan harus mencuci tangan dengan sabun, dan jaga kebersihan lingkungan rumah.

“Sebisa mungkin hindari penderita batuk pilek, atau jika sedang pilek ya etikanya ditutup pakai masker agar virusnya tidak menyebar. Dan yang terpenting jangan dulu bepergian ke luar negeri,” pungkasnya.


Reporter : Dina Rosyidha
Editor: Titik Kartitiani

Print Friendly, PDF & Email

Titik Kartitiani

sunset lover, traveler, writer, and fulltime dreamer :)

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.