READING

Website Pemerintah Kota Kediri Diretas Jaringan In...

Website Pemerintah Kota Kediri Diretas Jaringan Internasional?

KEDIRI – Website Pemerintah Kota Kediri mendadak tak bisa diakses sejak pagi tadi. Tampilan beranda website berubah menjadi sosok wajah menyeramkan, dengan nama Ghost Security.  

Berbeda dengan tindak peretasan (cracker) lainnya, pelaku peretasan ini justru mencantumkan identitasnya. Ia memproklamirkan diri dengan nama NimSec “we are ghost in cyber” (kami hantu di dunia maya, red).

Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Apip Permana membenarkan adanya peretasan terhadap website pemerintah tersebut. Namun dia memastikan jika web tersebut telah berhasil dipulihkan oleh tim IT Pemkot Kediri. “Sekarang sudah normal lagi,” katanya saat dihubungi Jatimplus.ID.

Penelusuran Jatimplus.ID atas pelaku peretasan ini cukup mengejutkan. Ghost Security atau yang memiliki nama lain GhostSec adalah kelompok Vigilante (main hakim sendiri) yang dibentuk untuk menyerang situs web ISIS yang mempromosikan ekstremisme Islam.

Menurut sejumlah aktivis Jihad online, kelompok ini mulai eksis setelah peristiwa penembakan Charlie Hebdo di Paris Januari 2015. Kelompok ini juga mengklaim telah menghancurkan ratusan situs web atau akun media sosial yang berafiliasi dengan ISIS, serta menggagalkan potensi serangan teroris yang bekerja sama dengan lembaga penegak hukum dan intelijen.

Di media sosial, mereka menggunakan tagar #GhostSec, #GhostSecurity, atau #OpISIS untuk mempromosikan kegiatannya.

Tak diketahui persis sejak kapan website tersebut diretas. Namun saat ini website tersebut telah berhasil berfungsi normal.

Apa Itu Hacker?

Peretas (bahasa Inggris: hacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan atau sekedar iseng semata.

Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an, yang diperbincangkan para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Kata “hacker” pertama kali muncul dengan arti positif, untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer. Namun pada tahun 1983 istilah hacker mulai berkonotasi negatif.

Pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer “The 414s” yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos.

Perbedaan Hacker dan Cracker

Selain hacker, belakangan publik juga mendengar istilah cracker. Beberapa orang menyebut cracker sebagai hacker atau peretas, padahal berbeda.

Cracker adalah pelaku pembobolan komputer dan mengakali telepon (phreaking) dengan tujuan kepuasan. Para hacker menyebut mereka sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Bahkan para peretas sejati tidak setuju jika keberhasilan menerobos keamanan seseorang telah serta merta disebut peretas.

Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain. Padahal mereka adalah cracker.

Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.

Penulis : Hari Tri Wasono (diolah dari berbagai sumber)

Print Friendly, PDF & Email

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.