READING

Wisata Yang Bisa Kamu Kunjungi di Sekitar Gereja P...

Wisata Yang Bisa Kamu Kunjungi di Sekitar Gereja Puhsarang

KEDIRI – Gereja Puhsarang di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri menjadi salah satu tempat ibadah yang ramai dikunjungi dalam peringatan wafatnya Isa Al-Masih. Tak sedikit umat Katolik dari berbagai kota mendatangi tempat ini untuk beribadah.

Jika tak sedang buru-buru, para jemaat bisa melakukan aktivitas selain ibadah di kawasan ini. Karena beberapa kilometer dari gereja Puhsarang, terdapat sejumlah obyek wisata alam yang sayang untuk dilewatkan. Tak hanya menyajikan pemandangan alam, obyek-obyek tersebut juga menjanjikan kuliner khas gunung yang tiada tara.

Berikut adalah daftar obyek wisata dan kuliner yang bisa kamu nikmati sebelum meninggalkan gereja Puhsarang.

Air Terjun Dolo

Air terjun Dolo. Foto: Happytour.com

Air terjun Dolo adalah wisata alam berupa air terjun yang terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Air terjun ini memiliki ketinggian 125 meter yang mengalirkan air dari puncak Gunung Wilis.

Lokasinya yang berada di ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut membuat udara di kawasan ini terasa sejuk. Karena itu meski debit air yang dicurahkan dari puncak air terjun tak terlalu deras, namun memiliki suhu air yang cukup dingin.

Tak sekedar menjatuhkan air dari puncak menuju dasar, air terjun Dolo ini memiliki tiga trap. Sehingga curahan airnya juga tak terlalu deras dan aman untuk berendam di bawahnya. Namun bagi pengunjung yang tak kuat dengan suhu rendah sebaiknya menghindari berendam terlalu lama.

Perjalanan menuju obyek wisata ini tak terlalu sulit. Jika ditempuh dari pusat Kota Kediri jaraknya sekitar 25 kilometer. Namun jika start keberangkatan dari Gereja Puhsarang tentu tak terlalu jauh. Apalagi pemandangan alam yang disuguhkan di sepanjang etape menuju lokasi menyajikan panorama alam lereng gunung yang asri dan sejuk.

Bagi pengunjung dari luar kota yang tak terbiasa dengan medan ini dihimbau berhati-hati. Jalanan gunung yang berkelok-kelok kerap menyulitkan pengendara saat berpapasan dengan kendaran lain di tiap kelokan.  Apalagi jika suhu udara terlalu rendah yang memicu banyaknya kabut di sepanjang perjalanan.

Setelah sampai di tempat parkir, perjalanan menuju air terjun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Tak ada pilihan transportasi lain selain berjalan kaki. Beruntung Pemerintah Kabupaten Kediri telah membangun anak tangga menuju air terjun untuk memudahkan pengunjung. Namun demikian, jaraknya lumayan jauh, yakni mencapai satu kilometer. Cukup untuk menurunkan berat badan, hehehe.

Setidaknya usaha itu akan dibayar setimpal dengan keindahan alam air terjun dan semua fasilitasnya. Seperti taman bermain anak, tempat perkemahan, jogging track, area mendaki, dan warung makan. Beberapa meter dari air terjun juga terdapat kebun sayur dan stroberi di sebuah pondokan yang terbuat dari bambu.

Bagi pengunjung yang ingin bermalam, bisa menyewa tenda untuk lebih dekat dengan alam, atau menyewa villa yang berjarak empat kilometer dari lokasi air terjun.

Air Terjun Irenggolo

Air terjun Irenggolo. Foto: Jejakpiknik.com

Obyek wisata air terjun Irenggolo ini berada di Dusun Irenggolo, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Air terjun ini berada tak begitu jauh dari lokasi air terjun Dolo, namun memiliki keindahan alam berbeda.  

Sama seperti halnya air terjun Dolo, rute mencapai lokasi ini juga memaksa para pengunjung untuk berjalan kaki. Perjalanan menggunakan kendaraan harus terhenti di area parkir untuk dilanjutkan dengan menyusuri jalanan setapak yang sebagian berupa anak tangga.

Bedanya, di kawasan ini terdapat area kebun kopi yang menjadi destinasi tersendiri. Sejumlah petani setempat menanam kopi di lahan milik Perhutani dengan komoditas Arabica. Jika sedang beruntung, pengunjung bisa memergoki satwa kera yang bergelantungan di alam liar di sepanjang perjalanan.

Meski tak securam air terjun Dolo, guyuran air terjun Irenggolo tak kalah menarik. Tak langsung terjun dari puncak, air ini meliuk-liuk di permukaan batu hingga menyerupai anak tangga. Selanjutnya air yang cukup dingin ini mengalir ke sungai setelah melewati kolam alam sedalam lutut.

Jika musim liburan, kolam tersebut nyaris dipenuhi manusia. Tak sekedar merendam kaki, mereka juga berswafoto di depan air terjun. Beberapa pengunjung bahkan nekat memanjat dinding air terjun demi mendapat obyek foto yang menarik.

Meski tak berdekatan dengan villa, pengunjung yang berkeinginan bermalam bisa menyewa tenda untuk menginap di area kamping. Area ini berada di kawasan parkir yang berdekatan dengan flying fox dan warung makanan.

Tahu Kecap dan Teh Rosella

Tahu goreng. Foto: Fimela.com

Sepelemparan batu dari Gereja Puhsarang terdapat warung yang menyediakan tahu kecap dan teh rosella. Dua warung terkenal yang menjadi jujukan para pelancong dan jamaat gereja adalah warung di dekat persimpangan jalan depan gereja, dan warung Mbah Kung di depan penginapan Puhsarang.

Tahu adalah kuliner khas Kediri. Di tempat ini, tahu digoreng setengah masak dan disajikan dengan sambal kecap. Gurihnya tahu yang bertemu dengan manis pedasnya sambal kecap dijamin menggoyang lidah siapapun.

Selepasnya, satu gelas teh rosella hangat akan melancarkan peredaran darah dan menggelontor lemak darah di dalam tubuh. Keampuhan daun rosella ini bahkan telah diakui khalayak hingga direkomendasikan menjadi obat herbal mujarab.

Nasi Jagung Daun Pakis  

Menu lengkap nasi jagung pakis. Foto: Hari Tri Wasono

Nasi jagung daun pakis adalah salah satu alasan pelancong rela menempuh perjalanan ke puncak Gunung Wilis. Sebab makanan ini hanya bisa dijumpai di kawasan wisata Irenggolo di Dusun Irenggolo, Desa Besuki, Kecamatan Mojo.

Salah satu kuliner khas di area wisata air terjun Irenggolo ini bahkan telah tersiar kemana-mana karena kelezatannya yang tiada tiara. Nasi jagung yang disajikan dengan dua pilihan, yakni ditanak atau digoreng siap disantap dengan berbagai lauk. Mulai dari telur ceplok, ikan laut, sambal, tahu goreng, tempe, maupun daging ayam.

Dan satu lauk yang menjadi kekuatan utamanya adalah sayur pakis. Tanaman pakis ini tak tumbuh di dataran rendah. Karenanya hanya pemilik warung di kawasan Gunung Wilis saja yang selalu menyediakan sayur pakis. Biasanya menu ini disajikan dengan cara ditumis pedas.

Nah, jangan terburu-buru pulang jika beribadah di Gereja Puhsarang ya. Karena kesempatan berkunjung ke tempat ini juga tak bisa kamu lakukan setiap hari. (Hari Tri Wasono)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.