READING

WNA Jepang dan Malaysia Tercatat Dalam DPT Blitar

WNA Jepang dan Malaysia Tercatat Dalam DPT Blitar

BLITAR- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar menindaklanjuti informasi adanya 103 warga negara asing (WNA) yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Dari hasil penyelidikan, bawaslu menemukan dua orang WNA asal Jepang dan Malaysia.  Keduanya tercatat dalam DPT wilayah Kecamatan Srengat dan Kecamatan Wlingi.

“Yang warga Jepang bertempat tinggal di Kecamatan Srengat. Sedangkan warga Malaysia tinggal di wilayah Kecamatan Wlingi, “terang Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Hakam Sholahudin kepada wartawan. Untuk memastikan ada tidaknya WNA dalam DPT, Bawaslu langsung berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil).

Hasil pelacakan sementara dipastikan hanya dua WNA yang masuk ke dalam DPT Kabupaten Blitar. Terkait temuan itu Hakam mengaku sudah melapor ke KPU setempat. Bawaslu meminta segera dilakukan pencoretan. Hal itu mengingat kedua WNA termasuk kelompok pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS).

“Kita telah merekomendasikan KPU untuk segera melakukan pencoretan, “kata Hakam. Menanggapi hal itu Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah tidak akan serta merta mengabulkan rekomendasi Bawaslu. Sesuai arahan KPU pusat, komisoner Kabupaten Blitar akan lebih dulu melakukan verifikasi administrasi dan lapangan.

“Jika memang terbukti WNA tentu akan langsung kita coret, “kata Imron. Dalam pemilu 2019 ini jumlah DPT di Kabupaten Blitar sebanyak 964.044 pemilih. Dalam proses verifikasi, KPU sempat menemukan 3000an pemilih ganda, yakni selain terdaftar di DPT Kabupaten Blitar, pemilih juga tercatat di DPT daerah lain.

Sementara komisioner KPU Jawa Timur Divisi Tekhnis Penyelenggaraan dan Data Nurul Amalia mengaku baru tahu jika WNA bisa memiliki KTP elektronik ( E KTP). Kepemilikan itu yang membuat KPU sulit mengantisipasi sejak awal. “Kami baru tahu setelah ada kasus WNA di Cianjur, “katanya.

Kendati demikian KPU Provinsi Jawa Timur sudah menginstruksikan KPU di daerah untuk berkoordinasi dengan Dispendukcapil setempat. Hasil penyisiran sementara ada sebagian WNA sudah menjadi WNI, yakni misalnya di Kabupaten Pacitan. Namun ada juga WNA yang tidak bisa ditemui karena sudah tidak berada di Indonesia.  

Sementara Bawaslu pusat mengklaim telah menemukan sebanyak 158 WNA yang diduga masuk DPT Pemilu 2019. Temuan yang diperoleh dari penelitian faktual itu tersebar di 15 provinsi di Indonesia. Diantaranya Provinsi Jawa Timur sebanyak 37 WNA, Bali 36 WNA, Jawa Barat 29 WNA, Jawa Tengah 18 WNA, DIY  10 WNA, Banten 7 WNA, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat masing masing 6 WNA.

Kemudian juga DKI Jakarta, Jambi, Bangka Belitung, Lampung dan Sulawesi Tengah masing masing satu WNA. Sedangkan Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara masing masing 2 WNA. Temuan Bawaslu diluar temuan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri sebanyak 101 WNA dan temuan KPU sebanyak 73 WNA. (*)

print

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.