READING

Wukuf Arafah, Inilah Puncak Perjalanan Haji Akbar

Wukuf Arafah, Inilah Puncak Perjalanan Haji Akbar

Wukuf (singgah) di padang Arafah, kemudian menginap di Masy ‘ar ul Haram atau Muzdalifah dan berlanjut ke Mina adalah puncak dari ibadah haji. Perjalanan sejauh 15 mil dari Kota Mekkah itulah yang tidak didapati dalam ibadah umrah (haji kecil).

Dengan rombongan bus dari Kota Mekkah, sebanyak 35 ribu jamaah haji asal Indonesia berbondong bondong menuju Mina. Mereka tiba (di Mina) sejak Jumat (9/8/) kemarin. Puluhan ribu orang yang kemudian dibagi bagi untuk menempati maktab yang tersedia, yakni 73 maktab, hanya membekali diri dengan kain ihram, perlengkapan mandi, dan identitas. 

Mereka adalah para jamaah haji yang hendak menunaikan sunah tarwiyah, yakni meniru apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Sebelum wukuf di Arafah, Rasulullah lebih dulu mabit (menginap) di Mina. Nabi melaksanakan salat berjamaah.

Untuk meneladani itu, sebagian besar jamaah haji, khususnya jamaah asal Indonesia juga melakukannya. Dari Mina, pada Sabtu dini hari (10/8) atau hari ini, para jamaah langsung bergerak ke Arafah. Mereka sengaja bergegas lebih awal agar tidak terjebak kepadatan jalan. Juga berharap bisa menunaikan salat zuhur di Arafah. 

“Kami mengikuti nabi, berdiam di Mina, salat berjamaah dan diqosor untuk salat yang empat rakaat, “kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid.

Haji Akbar

Sabtu ini (10/8) tepat hari kesembilan dzulhijjah (9 dzulhijjah). Dari Mina sekitar 2 juta umat Islam bergerak menuju lereng terdekat yang bernama Arafah. Kawasan berkontur bukit dan dataran yang berjuluk gunung belas kasih itu terletak di sebelah timur Kota Mekkah. 

Di bawah matahari yang lagi terik teriknya, seluruh umat muslim berwukuf di padang Arafah. Arafah merupakan rangkaian terpenting dari perjalanan haji. Biasa disampaikan sebagai Haji Akbar. Saking pentingnya Arafah sampai sampai sebuah hadist mengatakan : “Al-hajj-u Arafah (Haji adalah Arafah)”

Dalam sudut pandang fikih ditafsirkan siapa yang tidak wukuf di Arafah, maka hajinya tidak sah, tidak sempurna atau batal. Dikutip dari Khaleejtimes.com, wukuf di Arafah merupakan hari paling istimewa. Hari terpenting dari ibadah haji yang selanjutnya disusul Idul Adha. 

Di hari itu (wukuf Arafah), hubungan manusia dengan duniawi pudar sepudar pudarnya. Tidak ada lagi harta, pangkat dan derajat. Di mata Tuhan semua manusia sama, yakni disimbolkan dengan pakaian ihram yang sederhana. 

Di hari itu yang ada adalah bagaimana manusia mendekatkan diri kepada Allah SWT sedekat dekatnya. Sebab di hari itu (Arafah) diyakini juga sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa. Setiap doa manusia akan didengar dan dikabulkan. 

Dalam sebuah hadist menyebut, tidak ada hari dimana Allah SWT membebaskan banyak manusia dari dosa dan api neraka melebihi Hari Arafah. Hal itu membuat almarhum sastrawan Danarto saat menjejakkan kaki pertama kali hanya bisa bergumam, “Ini tho padang Arafah yang masyhur itu”.

Lalu dengan rasa takjub, Danarto yang ke tanah suci tahun 1983 itu hanya berzikir : “Allah, Allah, Allah. Tidak ada yang perlu hamba pertahankan di dunia ini, suatu tempat yang tidak cocok, suatu tempat yang bikin gerah. Peluh dan air mata hamba sama derasnya berlelehan”. 

Pidato HAM Kanjeng Nabi

Pesan yang paling penting saat wukuf di Arafah adalah pidato Nabi Muhammad SAW. Dalam Khutbat-u I -Wada’ atau Pidato Perpisahan itu Rasulullah menyampaikan pesan tentang pentingnya nilai kemanusiaan. 

Dalam “Perjalanan Religius Umrah dan Haji”, Dr Nurcholish Madjid atau Cak Nur menuliskan, nabi (Muhammad SAW) menegaskan di pidatonya tentang -dalam bahasa sekarang- hak hak asasi manusia. 

Nabi bersabda : “Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu itu haram-artinya suci tidak boleh diganggu gugat-sebagaimana haramnya harimu ini, bulanmu, dan tempatmu ini”.

Karenanya sejak hari itu tradisi Arab Jahiliyah (artinya sebelum Islam) yang mudah menumpahkan darah, dibabat habis oleh kanjeng Nabi. Yang tidak kalah menarik pidato perpisahan itu disampaikan Nabi dengan penuh perasaan.

Nabi menghendaki ucapannya didengar dan dilaksanakan. Sampai sampai berpesan kepada yang hadir untuk menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Berkali kali Nabi mengatakan, “Bukankah aku sudah sampaikan?”. Lalu semua menjawab : “Sudah, ya Rasulullah”.

Setelah berpidato di Arafah itu, sekitar 3 bulan kemudian Nabi Muhammad SAW wafat. Sementara itu wukuf di Arafah berlangsung hingga matahari terbenam. Begitu gelap datang, jamaah bergeser ke barat,yakni berwukuf di Masy’ar atau Muzdalifah untuk mengumpulkan tujuh puluh butir kerikil.

Dr Ali Shariati dalam “Haji”menuliskan, perjalanan kembali kepada Allah itu (haji) terbagi atas tiga tahap, yakni Arafah, Masy’ar (Muzdalifah) dan Mina, yang semuanya harus dilalui. “Arafah berarti Pengetahuan dan Sains, Masy’ar berarti Kesadaran dan Pengertian, dan Mina berarti Cinta dan Keyakinan, “tulisnya. 

Menurut Shariati, sesungguhnya bukan pengetahuan tetapi kesadaran lah yang membuat manusia menjadi algojo atau martir, menjadi penindas atau pecinta kemerdekaan, dan menjadi penyeleweng atau manusia saleh. 

“Melalui haji kesadaran ini berubah menjadi “kesadaran mulia” yang dikendalikan oleh kesalehan, kerendahan hati dan kesucian, “katanya.

Sementara di Muzdalifah para jamaah haji akan bermalam (mabit) hingga fajar menyingsing. Mereka akan melaksanakan salat Maghrib dan Isya secara jamak dan qashar. Adapun kerikil yang dikumpulkan akan digunakan untuk melempar jumrah di Mina. 

Menurut Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Colid, petugas yang diberangkatkan ke Arafah berasal dari berbagai unsur. Diantaranya terbagi atas tim kesehatan, tim pengawas katering dan tim pengawas maktab. “Tim pengawas maktab ini yang menerima jamaah dan penghubung jamaah dengan layanan di maktabnya, “ujarnya seperti dikutip dari  sindonews.com.

Seperti diketahui jumlah total jamaah haji Indonesia yang berwukuf di Arafah hari ini mencapai 231.000 jiwa. (Mas Garendi).

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.