READING

Ziarah di Makam BK, Fadli Zon Bicara Hoax 7 Kontai...

Ziarah di Makam BK, Fadli Zon Bicara Hoax 7 Kontainer Surat Suara

BLITAR- Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan menghargai proses hukum pengusutan kasus hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Fadli berharap hukum tetap berpijak pada keadilan.

Disela ziarah di Makam Proklamator RI Soekarno di Kota Blitar, Fadli mengatakan saat ini ketidakdilan masih dirasakan karena hukum seringkali menjadi alat politik.

“Kita masih merasa ketidakadilan hukum, karena seringkali dianggap sebagai alat politik, “kata Fadli Zon kepada Jatimplus Kamis (10/1/2019). Dalam pengusutan kasus hoax 7 kontainer surat suara, polisi telah menetapkan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka.

Bagus yang tercatat sebagai pemimpin Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) pasangan Capres Cawapres  Prabowo-Sandiaga Uno ditangkap di Sragen, Jawa Tengah 7 Januari 2019 lalu.

Hukum, kata Fadli jangan sampai tumpul pada mereka yang dekat dengan kekuasaan, namun sebaliknya begitu tajam pada pihak oposisi, kritis dan semacamnya.

Dia juga melihat di era demokrasi ini begitu gampangnya delik hukum dan kriminalisasi dilakukan. Kecuali fitnah atau terang terangan melakukan fitnah dan hoax,  berbeda pendapat di ruang demokrasi baginya sebagai hal biasa.  

“Sebentar sebentar delik dan kriminalisasi, “terangnya. Di sejumlah kasus hukum, Fadli Zon juga melihat UU ITE telah disalahgunakan. UU ITE dipakai untuk urusan politik. Sesuatu yang seharusnya bukan fitnah, dengan UU ITE dianggap menyebarkan disinformasi.

Dicontohkannya kasus yang menimpa musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Hanya berujar “idiot”, oleh kepolisian Dhani ditetapkan tersangka. Padahal yang dimaksud transaksi elektronik  dalam UU ITE, kata Fadli  adalah jual beli yang memuat unsur penipuan.

Apa yang terjadi ini akan membuat kehidupan demokrasi di Indonesia tereduksi.

“Yang benar saja (Dhani menjadi tersangka). Menurut saya ini salah kaprah, “tegasnya.  

Sebagai Wakil Ketua DPR RI, menurut Fadli Zon pihaknya bisa meninjau ulang  keberadaan UU ITE. Dia tidak ingin Indonesia yang merupakan negara demokrasi ditertawakan warga dunia karena banyak orang yang dipenjara.

Tanggapi Razia Buku Kiri

Sementara terkait maraknya razia buku kiri oleh institusi militer, Fadli Zon meminta semua pihak melihat dengan seimbang. Soal literasi pemilik “Fadli Zon Library” itu meminta semua pihak melihat kepada keputusan undang undang yang berlaku.

Jika memang dianggap menyebarkan ajaran komunisme atau yang terlarang, razia yang dilakukan menurutnya wajar. “Kalau memang dianggap menyebarkan ajaran komunisme atau terlarang, saya kira wajar, “katanya.

Setelah sebelumnya terjadi di kawasan Pare, Kabupaten Kediri, razia buku yang memuat istilah PKI dan dianggap memuat ajaran komunisme kembali terjadi di Padang, Sumatera Barat. Razia yang diikuti penyitaan ratusan buku itu dilakukan Kodim setempat.  

Meski di satu sisi sepakat dengan razia buku komunis, disisi lain Fadli Zon meminta institusi yang melakukan razia untuk memilah milah. Jika buku yang ada menyangkut pemikiran sejarah, yakni yang itu membantu ilmu pengetahuan, menurut dia  razia dan penyitaan tidak perlu dilakukan.

Apalagi yang melakukan razia adalah institusi militer. Terkait masalah ini Fadli berjanji akan membahasnya di DPR RI. “Kita perlu mendiskusikan agar tidak terjadi kesalahpahaman, “ujarnya.

Sementara di makam Bung Karno (BK) Fadli Zon melakukan ritual doa bersama dan tabur bunga. Fadli mengaku berziarah ke makam BK bukan pertama kalinya dia lakukan. Setiap berkunjung ke Malang dan Blitar, dirinya selalu menyempatkan diri. Selain founding father bangsa Indonesia, BK merupakan pejuang sekaligus pemikir.

“Tanpa ada beliau (Bung Karno) tidak ada Republik Indonesia, “katanya. Dalam kunjungannya ke Blitar kali ini Fadli Zon juga bertemu dengan petani, pekerja lepas peternakan ayam dan pengusaha. (*)

Print Friendly, PDF & Email

RELATED POST

Your email address will not be published. Required fields are marked *

By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.